Masa Isolasi Akibat Covid-19 Pengaruhi Kesehatan Vagina, ini Kata Ahli!

Jum'at, 10 Juli 2020 | 10:41 WIB
Masa Isolasi Akibat Covid-19 Pengaruhi Kesehatan Vagina, ini Kata Ahli!
Ilustrasi organ intim, vagina (shutterstock)

Suara.com - Semua orang tetap disarankan rutin mencuci tangan pakai air dan sabun ketika masa isolasi di rumah aja. Sayangnya, banyak orang mungkin melewatkan untuk tetap merawat area organ intim.

Virus corona Covid-19 sendiri tidak memengaruhi area organ intim wanita, vagina. Tapi dilansir dari Mirror UK, perubahan selama masa isolasi mandiri di rumah mungkin akan berdampak pada vagina.

Seorang ginekolog, Anne Henderson menjelaskan penyebab new normal bisa memengaruhi kesehatan organ intim wanita.

1. Kebugaran

Pada awal masa isolasi mandiri, semua orang masih aktif untuk olahraga. Hal ini bagus untuk pikiran dan tubuh. Tapi, Anda perlu hati-hati ketika mengenakan pakaian ketat seperti legging.

Jika Anda tidak mencuci peralatan olahraga dengan benar dan memakai sabun yang salah. Maka hal itu bisa menyebabkan bacterial vaginosis (BV).

"Sebenarnya berkeringat dan olahraga tidak berbahaya serta tidak akan menyebabkan BV. Tapi, kebiasaan yang dilakukan wanita bisa menyebabkan kondisi ini dan mereka lebih rentan terkena BV," kata Anne.

Ilustrasi organ intim, vagina (shutterstock)
Ilustrasi organ intim, vagina (shutterstock)

Anne mengatakan seseorang mungkin lebih sering mandi menggunakan sabun mandi yang kuat, jika sering berkeringat. Selain itu, seseorang juga senang mencuci pakaian olahraga dan pakaian dalam menggunakan deterjen yang lebih kuat.

"Deterjen yang lebih kuat sering memiliki iritasi alkali di dalamnya yang bisa ditransfer ke pakaian. Karena itu, saat memakai celana dalam dan legging ketat bisa mengganggu keseimbangan pH di daerah vagina yang bisa menyebabkan BV," kata Anne.

Baca Juga: Pakai Masker Bikin Kekebalan Tubuh Menurun, Mitos atau Fakta?

Anne merekomendasikan untuk menggunakan sabun yang lebih lembut untuk mencuci pakaian ketat, pakaian olahraga dan pakaian tanpa iritasi.

2. Lebih sering berhubungan seks

Banyak orang lebih sering berhubungan seks ketika masa isolasi mandiri di rumah. Kondisi ini membuat frekuensi rata-rata seks untuk wanita meningkat secara drastis.

Padahal keseringan berhubungan seks bisa menyebabkan sistitis atau masalah lainnya. Anne juga mengatakan tak BV dan sariawan bisa ditularkan melalui pasangan ketika berhubungan seksual.

3. Lebih banyak minum

Berdasarkan penelitian YouGov menemukan bahwa sekitar 1 dari 5 (21 persen) telah minum lebih banyak sejak masa isolasi mandiri. Kebiasaan baru ini tentu membahaya vagina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI