Covid-19 Diyakini Menular Lewat Airbone, Pakar: Kualitas Udara Harus Dijaga

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 10 Juli 2020 | 20:05 WIB
Covid-19 Diyakini Menular Lewat Airbone, Pakar: Kualitas Udara Harus Dijaga
Ilustrasi ruangan tertutup (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menanggapi laporan sekelompok ilmuwan yang mengatakan virus corona dapat ditularkan melalui udara, selain tetesan pernapasan yang dikeluarkan saat orang berbicara, bersin atau batuk.

WHO menulis kemungkinan penularan virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) melalui udara terjadi di ruangan tertutup dan ramai.

Informasi ini semakin menambah bukti betapa pentingnya kualitas udara di dalam ruangan.

Pakar mengatakan meningkatkan kualitas udara dalam ruangan bermanfaat untuk banyak alasan penting, baik saat pandemi maupun tidak.

"Penting untuk mengetahui kualitas udara dalam ruangan tidak selalu lebih baik daripada di luar ruangan," kata Jane Clougherty, profesor di departemen kesehatan lingkungan di Dornsife School of Public Health School Drexel University.

Ilustrasi kantor. [Shutterstock]
Ilustrasi kantor, ruangan tertutup. [Shutterstock]

Cara Meningkatkan Kualitas Udara dalam Ruangan

Joseph Allen, direktur program Healthy Buildings dan profesor di Harvard’s T.H. Chan School of Public Health, mengatakan membersihkan udara sebanyak mungkin untuk menghindari kuman saat ada seseorang di rumah terinfeksi virus corona adalah hal yang sangat baik.

"Biarkan udara luar masuk. Buka pintu dan jendela sebanyak mungkin. Tingkat ventilasi yang lebih tinggi dapat membantu mengurangi risiko virus secara umum," kata Allen, dilansir dari Huffington Post.

Selain menjaga dari virus, paparan bahan kimia dari produk desinfektan untuk permukaan, penyegar udara, atau lainnya, dapat memengaruhi kesehatan.

Filter udara juga dapat 'menjebak virus' selain polutan dan partikel.

"Jadi gunakan filter udara portabel jika Anda memilikinya," jelas Allen.

Dia menambahkan, virus umumnya bertahan lebih lama di kelembapan yang lebih rendah.

Apabila berbagi ruang dengan orang lain, Allen menyarankan untuk tetap membuka pintu untuk meningkatkan aliran udara.

"Jika Anda sering menutup pintu, seperti di kamar tidur, dan menjebak udara agar tidak bisa bergerak, itu mungkin bukan pengaturan yang bagus," kata Clougherty.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Temuan Terkini WHO Soal Penularan Covid-19 Lewat Udara

Tiga Temuan Terkini WHO Soal Penularan Covid-19 Lewat Udara

Health | Jum'at, 10 Juli 2020 | 17:51 WIB

Peneliti Klaim Temukan Filter Udara yang Mampu Bunuh 99 Persen Virus Corona

Peneliti Klaim Temukan Filter Udara yang Mampu Bunuh 99 Persen Virus Corona

Health | Jum'at, 10 Juli 2020 | 17:00 WIB

Benarkah Virus Corona Bisa Menular Lewat Udara di Ruangan Tertutup?

Benarkah Virus Corona Bisa Menular Lewat Udara di Ruangan Tertutup?

Jabar | Jum'at, 10 Juli 2020 | 16:46 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB