Studi: Anak-Anak Minim Tularkan Covid-19, Sekolah Harusnya Segera Dibuka

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 10 Juli 2020 | 20:30 WIB
Studi: Anak-Anak Minim Tularkan Covid-19, Sekolah Harusnya Segera Dibuka
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah komentar yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics, jurnal peer-review resmi dari American Academy of Pediatrics, menyimpulkan bahwa anak-anak jarang menularkan Covid-19 satu sama lain atau ke orang dewasa. Hal ini membuat ahli pediatri menyarankan untuk kembali membuka sekolah, asalkan mereka mengikuti pedoman jarak sosial.

Dilansir dari MedicalXpress, para penulis terdiri dari Benjamin Lee, M.D. dan William V. Raszka, Jr., M.D., keduanya adalah spesialis penyakit menular anak di fakultas Larner College of Medicine Universitas Vermont. Raszka adalah editor rekanan Pediatrics.

Para penulis mendasarkan kesimpulan mereka pada studi baru yang diterbitkan dalam edisi Pediatrics selama pandemi.

Dalam penelitian Pediatrics yang baru, Klara M. Posfay-Barbe, M.D., seorang anggota fakultas di sekolah kedokteran Universitas Jenewa, dan rekan-rekannya mempelajari rumah tangga dari 39 anak-anak Swiss yang terinfeksi Covid-19. 

Pelacakan kontak mengungkapkan bahwa hanya 8% anak yang diduga sebagai kasus indeks, dengan timbulnya gejala penyakit sebelumnya pada kontak rumah tangga dewasa.

Sementara dalam sebuah penelitian baru-baru ini di Tiongkok, pelacakan kontak menunjukkan bahwa, dari 68 anak-anak dengan Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Wanita dan Anak-anak Qingdao dari 20 Januari hingga 27 Februari 2020, 96% adalah kontak rumah tangga dari orang dewasa yang sebelumnya terinfeksi. 

Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

"Datanya mengejutkan," kata Dr. Raszka. 

"Kuncinya adalah bahwa anak-anak tidak membawa pandemi. Setelah enam bulan, kami memiliki banyak data yang terakumulasi yang menunjukkan bahwa anak-anak lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi dan tampak kurang menular," tambahnya. 

Dukungan tambahan untuk gagasan bahwa anak-anak bukan vektor yang signifikan dari penyakit berasal dari pemodelan matematika. 

Model menunjukkan bahwa jarak sosial dan adopsi penutup kain wajah yang tersebar luas di masyarakat adalah strategi yang jauh lebih baik untuk mengurangi penyebaran penyakit dan bahwa sekolah yang tutup hanya memberikan sedikit pengaruh. 

"Dengan melakukan itu (membuka sekolah), kita dapat meminimalkan biaya sosial, perkembangan, dan kesehatan yang berpotensi merugikan  anak-anak kita sampai perawatan atau vaksin yang efektif dapat dikembangkan dan didistribusikan," kata parapeneliti menyimpulkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaster Covid-19 Secapa AD, Hanya 17 Orang Dirawat di RS Dustira Cimahi

Klaster Covid-19 Secapa AD, Hanya 17 Orang Dirawat di RS Dustira Cimahi

News | Jum'at, 10 Juli 2020 | 19:45 WIB

Kazakhstan Bantah laporan China Tentang Kasus Pneumonia Mematikan

Kazakhstan Bantah laporan China Tentang Kasus Pneumonia Mematikan

Health | Jum'at, 10 Juli 2020 | 19:00 WIB

Tekan Sebaran Covid-19, Italia Larang Kunjungan dari 13 Negara

Tekan Sebaran Covid-19, Italia Larang Kunjungan dari 13 Negara

News | Jum'at, 10 Juli 2020 | 19:50 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB