Pengidap Kanker Payudara Lebih Berisiko Terinfeksi Covid-19? Ini Faktanya

Ririn Indriani | Dini Afrianti Efendi
Pengidap Kanker Payudara Lebih Berisiko Terinfeksi Covid-19? Ini Faktanya
Ilustrasi kanker payudara. (Dok : Shutterstock)

Selama ini kanker disebut sebagai salah satu penyakit yang meningkatkan risiko terinfeksi Virus Corona Covid-19, karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Suara.com - Selama ini kita berspekulasi pasien dengan kanker memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah dan setara dengan penyakit kronis atau komorbid lainnya yang semakin meningkatkan risiko kematian apabila terserang Virus Corona baru, Covid-19.

Namun Spesialis Bedah Konsultan Onkologi, dr. Farida Briani Sobru, SpB(K) Onk punya pendapat yang berbeda. Ia mengutarakan berdasarkan hasil penelitian tidak ada bukti kanker meningkatkan risiko terserang Covid-19.

"Karena kan orang terus melakukan penelitian, penelitian akhir dari Jurnal of Cancer, mereka menemukan bahwa tidak ada bukti pasien dengan kanker itu mengalami peningkatan risiko terkena infeksi Covid-19," ujar dr. Farida dalam LIVE IG Cancer Club CISC, Sabtu (11/7/2020).

Hal ini juga termasuk pada kasus kanker payudara. Lagi-lagi dr. Farida menyadur penelitian yang sudah dilakukan di Inggris dan Prancis menyebut bagaimana pasien yang sedang menjalani pengobatan kanker atau sedang menjalani pengobatan, risiko kematiannya sama saja seperti orang pada umumnya yang bukan penderita kanker.

"Angka kematian karena Covid-19 pada pasien kanker fatalnya, khusus pada payudara sama saja, dibanding pasien yang sedang berobat atau pasien yang sudah berobat. Dibandingkan dengan orang-orang yang tidak kanker dan tidak berobat kanker itu sama risikonya, angka kematiannya sama angka fatalnya sama," terangnya.

Alih-alih kanker, penyebab kematian tertinggi pasien yang terserang Covid-19, adalah mereka yang memiliki darah tinggi hipertensi hingga jantung.

"Ditambah usia mereka yang tidak muda lagi, di 70 tahun misalnya," imbuh dr. Farida.

Itulah mengapa pandemi Covid-19, bukan berarti para pasien kanker menghindari rumah sakit dan menghentikan pengobatan.

Penelitian di Italia saja sambung dia, menyimpulkan meski pandemi sekalipun pengobatan kanker harus tetap berjalan.

"Kesimpulannya pengobatan kanker harus tetap dilakukan tidak boleh ada penundaan, tapi dengan upaya meminimalkan penyebaran Covid-19 di rumah sakit. Lalu setiap kali ada pasien kanker yang demam atau flu langsung diskrining," terang dr. Farida.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS