Viral Kamar Kos Penuh Sampah Diduga Penyewa Idap Hoarding Disoder, Apa Itu?

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Senin, 13 Juli 2020 | 09:53 WIB
Viral Kamar Kos Penuh Sampah Diduga Penyewa Idap Hoarding Disoder, Apa Itu?
Ilustrasi kamar berantakan penuh barang. (Pixabay)

Suara.com - Kamar kos yang berantakan mungkin wajar bagi banyak orang, namun bagaimana jika tak hanya berantakan tapi juga kamar kos penuh sampah?

Di sosial media Twitter, tengah viral penampakan kamar kosan seseorang yang sangat penuh dengan sampah yang menggunung.

Kondisi kamar tersebut berhasil diketahui setelah pemilik kos mencoba untuk membuka kamar. Diketahui, kamar kos itu sudah ditinggal selama dua bulan oleh anak kos yang menyewanya.

Melihat tumpukan sampah yang tidak lazim, ia dan warganet menduga penghuni kamar tersebut menderita gangguan kejiwaan bernama hoarding disorder atau keinginan untuk menimbun barang, termasuk sampah sekalipun.

Dilansir dari Medical News Today, hoarding disorder (gangguan menimbun) dimengerti sebagai suatu kondisi yang membuat orang sulit membuang barang-barang, terlepas dari nilai dan fungsinya.

Tidak seperti kolektor yang memilih untuk mengumpulkan jenis barang tertentu, orang dengan hoarding disorders cenderung mengumpulkan berbagai barang.

Barang itu bisa beragam, termasuk tumpukan pakaian, majalah tua, bungkus makanan, dan pernak-pernik masa kecil.

Kamar kos penuh sampah menggunung (Twitter).
Kamar kos penuh sampah menggunung (Twitter).

Gangguan menimbun dapat mengakibatkan berbagai komplikasi emosional, sosial, fisik, keuangan dan bahkan hukum negatif. Misalnya, kekacauan dapat menyerbu rumah seseorang, menghalangi akses ke tempat tinggal, memasak dan ruang kerja yang penting.

Konsekuensi umum lainnya yang didapat jika mengalami gangguan menimbun antara lain kebersihan yang buruk, hubungan sosial yang buruk hingga isolasi sosial dan kesepian.

Para peneliti belum tahu mengapa orang mengembangkan gangguan menimbun. Biasanya, orang dengan gangguan menimbun terdorong untuk mendapatkan dan menyimpan barang-barang yang:

  • Mereka percaya dapat bermanfaat atau berharga di masa depan
  • Gratis atau lebih terjangkau dari biasanya
  • Telah merasakan nilai sentimental
  • Tampak tak tergantikan, unik, atau sempurna (seringkali hanya bagi mereka) adalah pengingat akan ingatan penting seseorang, tempat, waktu, atau peristiwa yang orang takutkan akan mereka lupakan
Ilustrasi kondisi kamar yang berantakan. (Shutterstock)
Ilustrasi kondisi kamar yang berantakan. (Shutterstock)

Mengitari diri mereka dengan timbunan barang-barang ini juga dapat menghibur orang tersebut. Meskipun peneliti tidak yakin apa yang menyebabkan orang mengembangkan hoarding disorder, beberapa faktor risiko tampaknya mampu memicu atau memperburuk gejala. Yakni termasuk:

  • Riwayat keluarga dari kondisi tersebut
  • Cedera otak
  • Peristiwa yang sangat menegangkan, seperti penyakit parah atau kehilangan orang yang dicintai
  • Perbedaan fungsi otak dan kinerja neuropsikologis yang unik dari orang dengan kondisi lain, seperti gangguan obsesif-kompulsif (OCD)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral! Kos Ditinggal 2 Bulan, Pemilik Syok Pergoki Isi Kamar yang Disewakan

Viral! Kos Ditinggal 2 Bulan, Pemilik Syok Pergoki Isi Kamar yang Disewakan

News | Senin, 13 Juli 2020 | 07:21 WIB

Kakek Dibunuh Istrinya, Polisi Selidiki Adanya Gangguan Kejiwaan

Kakek Dibunuh Istrinya, Polisi Selidiki Adanya Gangguan Kejiwaan

Jatim | Rabu, 24 Juni 2020 | 16:39 WIB

Hana Madness, Ciptakan Monster Melawan Bipolar

Hana Madness, Ciptakan Monster Melawan Bipolar

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB