Tak Pakai Masker di Inggris, Siap-siap Denda Rp1,8 Juta

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 14 Juli 2020 | 18:05 WIB
Tak Pakai Masker di Inggris, Siap-siap Denda Rp1,8 Juta
Ilustrasi disabilitas laring. (Shutterstock)

Suara.com - Inggris mewajibkan setiap pengunjung supermarket dan penjual agar memakai masker sebagai upaya pencegahan Covid-19. Aturan itu melibatkan kepolisian, sehingga siapa pun yang melanggar akan didenda sebesar 100 poundsterling atau setara dengan  Rp 1,8 juta. 

Dilansir dari situs Mirror, aturan itu diberlakukan mulai pekan depan. Aturan itu dibuat lantaran Pemerintah Inggris kebingungan membuat masyarakatnya patuh mengenakan masker saat di tempat umum.

Menurunkan Masker ke Bawah Dagu (Shutterstock)
Ilustrasi tidak menggunakan masker dengan benar. (Shutterstock)

Perubahan tersebut akan membawa Inggris sejalan dengan 120 negara lain, termasuk Skotlandia, Jerman dan Spanyol, di mana masker wajah wajib dipakai di ruang publik.

Tetapi para menteri diklaim mengeluarkan pesan berbeda terkait penggunaan masker juga wajib dipakai ketika berada di bus dan kereta api sejak 15 Juni. Tetapi belum untuk di toko-toko.

Namun, Sekretaris Kesehatan Inggris Matt Hancock mengkonfirmasi bahwa penggunaan masker di toko-toko dan supermarket baru mulai 24 Juli 2020. Dia akan memberi tahu anggota parlemen bahwa panduan untuk mengenakan masker untuk pengaturan lain akan terus ditinjau.

Pegawai toko juga akan diminta mendorong pelanggannya untuk mematuhi aturan tersebut. Jika polisi mengenakan denda, itu akan dikurangi menjadi £ 50 (Rp 900 ribu) jika dibayar dalam waktu 14 hari.

Anak-anak di bawah 11 tahun dan penyandang disabilitas tertentu akan dibebaskan dari sanksi itu karena mereka sudah menggunakan transportasi umum.

Kebijakan itu dinilai lamban oleh wakil Sekretaris Kesehatan Jon Ashworth. Ia mempertanyakan mengapa aturan tidak langsung ditetapkan saat ini juga.

“Mengingat panduan Pemerintah sendiri yang dikeluarkan pada 11 Mei disarankan untuk masker wajah, banyak yang akan bertanya mengapa para menteri lamban dalam mengambil keputusan dalam pandemi ini dan mengapa diperlukan 11 hari lagi sebelum pedoman baru ini mulai berlaku," ujarnya.

"Sekretaris Kesehatan harus bertanggung jawab atas keterlambatan lebih lanjut ini," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Kerusakan Multi Organ?

Benarkah Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Kerusakan Multi Organ?

Health | Selasa, 14 Juli 2020 | 16:44 WIB

Baru 35 Hari Melaut, Kapal Kembali Merapat karena Kru Kena Virus Corona

Baru 35 Hari Melaut, Kapal Kembali Merapat karena Kru Kena Virus Corona

News | Selasa, 14 Juli 2020 | 16:48 WIB

Thailand Laporkan Zero Kasus Corona, Warganet: Indonesia Kapan?

Thailand Laporkan Zero Kasus Corona, Warganet: Indonesia Kapan?

News | Selasa, 14 Juli 2020 | 16:51 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB