Diare Setelah Makan Pedas? Penyebabnya Bisa Jadi Bakteri

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 15 Juli 2020 | 12:42 WIB
Diare Setelah Makan Pedas? Penyebabnya Bisa Jadi Bakteri
Ilustrasi sakit perut, diare. (Shutterstock)

Suara.com - Bagi mereka yang memiliki pencernaan sensitif, makanan pedas mungkin bisa menyebabkan sakit perut dan diare. Padahal, bisa jadi masalah pencernaan yang dialami bukan disebabkan karena makan pedas, melainkan bakteri yang ada di dalam makanan pedas.

"Pedas yang berhubungan dengan infeksi, pedas ini bukan dari capsaicin. Pedas yang akan menyebabkan terjadinya diare berasal dari makanan pedas yang ada bakteri, jadi diare," ujar Prof. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB dalam live IG pada Selasa (14/7/2020).

Profesor yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengatakan bahwa makanan yang menyebabkan diare bisa jadi karena adanya kontaminasi bakteri.

"Pedasnya misalnya makan bakso pedas. Mungkin di komponen baksonya itu ada terkontaminasi bakteri, (tapi) disangkanya karena makanan pedas. Padahal bisa jadi karena makanan itu ada bakteri," paparnya.

Gejala yang patut dikhawatirkan adalah apabila orang tersebut memiliki hemorrhoid atau kelenjar vena yang membesar di anus, atau yang dikenal juga dengan ambeien. Ambeien ini diperparah dengan kontaminasi bakteri yang menyebabkan diare, jadilah disentri atau diare berdarah.

"Sering disebut disentri, berhubungan dengan BAB berdarah. Berhubungan dengan konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, akhirnya dia mengalami diare. Diare karena disentri, bakteri menempel dan merusak dinding usus, sehingga diare disertai dengan darah," paparnya.

Prof. Ari kemudian mengingatkan bahwa tidak apa-apa mengonsumsi makanan pedas, tapi bagi mereka yang memiliki ambeien, waspada diare yang bisa memperparah luka, sehingga mengeluarkan BAB berdarah. Terlebih jika makanan pedas yang dikonsumsi terkontaminasi bakteri sehingga jadi penyebab disentri.

"Silahkan makan pedas, tapi hati-hati, karena bisa memicu melebarnya pembuluh darah," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BAB Berdarah Setelah Makan Pedas, Benarkah Tanda Penyakit Ambeien?

BAB Berdarah Setelah Makan Pedas, Benarkah Tanda Penyakit Ambeien?

Health | Rabu, 15 Juli 2020 | 07:55 WIB

Bukan Hanya Pedas, 5 Makanan Ini Juga Bisa Memicu Diare!

Bukan Hanya Pedas, 5 Makanan Ini Juga Bisa Memicu Diare!

Health | Kamis, 02 Juli 2020 | 13:44 WIB

Waspada, Diare Lebih dari 7 Hari Bisa Jadi Tanda Serangan Jantung Mematikan

Waspada, Diare Lebih dari 7 Hari Bisa Jadi Tanda Serangan Jantung Mematikan

Health | Rabu, 01 Juli 2020 | 15:57 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB