Agar Gangguan Kecemasan Tidak Berulang, Latih Pikiran dengan Cara Ini

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 15 Juli 2020 | 14:57 WIB
Agar Gangguan Kecemasan Tidak Berulang, Latih Pikiran dengan Cara Ini
Ilustrasi melatih pikiran agar tetap tenang. (Shutterstock)

Suara.com - Orang yang memiliki gangguan kecemasan terkadang harus dibantu dengan konsumsi obat-obatan tertentu jika telah mengalami gejala berat. Selain dengan pengobatan, gangguan kecemasan juga bisa diatasi dengan melatih pikiran agar tetap tenang.

Menurut dokter spesialis kesehatan jiwa dari Omni Hospital Alam Sutra, dr. Andri SpKJ., melatih pikiran merupakan cara yang penting agar gejala kecemasan tidak berulang.

"Salah satu yang pentingadalah bagaimana kita punya keseimbangan, ketenangan batin untuk mampu mengatasi masalah dalam hidup," kata Andri, seperti dikutip Suara.com dari kanal YouTube Andri Psikosomatik, Rabu (15/7/2020).

Andri menjelaskan bahwa jika diri mampu menyeimbangkan pikiran, maka apa pun yang terjadi di dalam hidup bisa diterima dengan porsi yang sesuai. Sehingga tidak menimbulkan reaksi yang berlebihan terhadap keadaan baik atau pun buruk.

"Kalau pun misanya sesuatu yang baik, maka kita bersyukur senantiasa karena mendapat yang baik dalam kehidupan. Tetapi kalau itu hal yang terjadi buruk, maka kita harus lebih bisa menerima sebagaimana memang sesuatu yang harus terjadi," paparnya.

Baik sesuatu yang membahagiakan atau pun hal buruk, menurut Andri, tetap harus dihadapi dengan ketenangan batin. Dengan begitu, kondisi otak juga akan tetap tenang dan kesehatan mental lebih baik.

Andri menyampaikan, perlu untuk menyadari bahwa seperti halnya kebahagian, kesulitan yang dihadapi juga bersifat sementara. Oleh sebab itu, manusia akan selalu mengalami perubahan kondisi dalam hidup. Di sini, kemampuan adaptasi pun dibutuhkan.

"Asalkan posisi otak dalam kondisi tenang, maka otak akan beradaptasi. Untuk itu, beberapa orang disarankan untuk tidak membuat situasi sulit dalam kehidupannya. Jangan dibuat sendiri situasi sulit itu," sarannya.

baca juga

"Kalau kita menghadapi situasi sulit, maka beradaptasilah. Kalau mendapat kebahagian, maka tenangkanlah, menganggap bahwa ini suatu hal sementara, tapi kita boleh menikmati hal tersebut. Begitu juga kalau situasi sulit, yakin ini akan berlalu," tambahnya.

Diakui Andri, membuat otak selalu tenang dalam setiap kondisi apa pun bukan hal mudah. "Untuk itu, kita harus latihan terus menerus untuk bisa mendapatkan mental state yang tangguh dalam menghadapi situasi apapun," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Probiotik Bisa Membantu Orang dengan Depresi dan Kecemasan

Studi: Probiotik Bisa Membantu Orang dengan Depresi dan Kecemasan

Health | Selasa, 07 Juli 2020 | 15:12 WIB

Waspada, Kecemasan dan Tekanan Darah Tinggi Saling Berhubungan

Waspada, Kecemasan dan Tekanan Darah Tinggi Saling Berhubungan

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 17:26 WIB

Pelaksanaan New Normal Sembarangan Kok Bisa Timbulkan Gangguan Kecemasan?

Pelaksanaan New Normal Sembarangan Kok Bisa Timbulkan Gangguan Kecemasan?

Health | Minggu, 14 Juni 2020 | 20:47 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

×