Diderita Komedian Omas sebelum Meninggal, Ketahui Kaitan Asma dan Diabetes

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Jum'at, 17 Juli 2020 | 14:07 WIB
Diderita Komedian Omas sebelum Meninggal, Ketahui Kaitan Asma dan Diabetes
Komedian Omas [YouTube TransTV]

Suara.com - Dunia hiburan tanah air tengah berduka atas meninggalnya komedian kondang Omaswati pada Kamis (16/7/2020) malam pukul 19.30 WIB. Mendiang dikabarkan meninggal akibat komplikasi paru, diabetes, dan asma.

Menurut putra kedua Omas, Dio Ambiah, empat hari sebelum meninggal asma sang ibu sempat kambuh.

"Empat hari terakhir kayaknya gula sama asmanya kambuh, lagi tinggi-tingginya," kata Dio, saat ditemui di rumah duka, kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Jumat (17/7/2020) dini hari.

Berkaitan dengan penyakit yang diderita omas, ada sebuah penelitian tahun 2011 yang menunjukkan bahwa asma dapat meningkatkan risiko terkena diabetes dan penyakit jantung.

Dilansir WebMD, pemimpin penelitian Young J. Juhn, MD, MPH, dari Mayo Clinic di Rochester, Minn, menyebut kondisi ini disebabkan karena adanya peradangan.

Komedian Omas [YouTube Trans TV]
Komedian Omas [YouTube Trans TV]

Juhn dan rekannya mengikuti 2.392 orang dengan asma dan 4.784 orang tanpa asma dari 1964 hingga 1983. Hasilnya, orang dengan asma berisiko lebih tinggi terkena diabetes dan penyakit jantung.

Pakar lain, Jerome V. Tolbert, MD, PhD, direktur program penjangkauan di Friedman Diabetes Institute dari Beth Israel Medical Center di New York City, juga mengatakan asma merupakan kondisi peradangan, itulah sebabnya mereka mengobatinya menggunakan steroid.

"Kami mengobati asma dengan steroid karena peradangan dan orang menjadi lebih baik," katanya.

Namun, Tolbert mengatakan steroid untuk mengobati asma juga dapat meningkatkan risiko diabetes. "Kadang-kadang steroid membuat orang dalam kondisi diabetes," tambahnya.

baca juga

Mengingat tingginya tingkat prediabetes dan diabetes yang tidak terdiagnosis, Tolbert mendesak semua penderita asma diskrining untuk melihat apakah mereka berisiko terkena diabetes.

Namun, Juhn mengatakan bahwa penelitian ini harus diartikan secara hati-hati lantaran belum menjalani proses peer review pada saat itu.

"Meskipun penting bagi dokter untuk menyadari peningkatan risiko penyakit arteri koroner dan diabetes pada penderita asma, temuan ini harus ditafsirkan secara hati-hati mengingat sifat awal," kata Juhn dalam rilis berita.

Penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan Akademi Alergi, Asma, & Imunologi Amerika di San Fancisco.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Omas Meninggal, Bagaimana Nasib Ketiga Anaknya?

Omas Meninggal, Bagaimana Nasib Ketiga Anaknya?

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2020 | 13:28 WIB

Omas Meninggal Dunia karena Diabetes, Benarkah Usia Jadi Faktor Risiko?

Omas Meninggal Dunia karena Diabetes, Benarkah Usia Jadi Faktor Risiko?

Health | Jum'at, 17 Juli 2020 | 12:07 WIB

Suasana Pemakaman Omas Dipadati Warga

Suasana Pemakaman Omas Dipadati Warga

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2020 | 12:06 WIB

Terkini

Ombudsman Sebut Polemik Lapas Cibinong Puncak Gunung Es, Minta Pembenahan Sistemik

Ombudsman Sebut Polemik Lapas Cibinong Puncak Gunung Es, Minta Pembenahan Sistemik

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:56 WIB

Cabai, Jengkol, Ayam Kompak Naik! Pedagang Warteg: Omzet Turun, Rp700 Ribu Habis Buat Sayur

Cabai, Jengkol, Ayam Kompak Naik! Pedagang Warteg: Omzet Turun, Rp700 Ribu Habis Buat Sayur

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:55 WIB

Praperadilan Ditolak! Status Tersangka Silmy Karim di Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Sah

Praperadilan Ditolak! Status Tersangka Silmy Karim di Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Sah

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:53 WIB

Plot Twist Mengejutkan di 'The Handmaiden', Ketika Cinta Sesama Jenis Jadi Simbol Perlawanan

Plot Twist Mengejutkan di 'The Handmaiden', Ketika Cinta Sesama Jenis Jadi Simbol Perlawanan

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 17:52 WIB

Tak Hanya Nakhoda, Pemilik Kapal KM Virgo Transport 8 Bisa Dijerat Pidana

Tak Hanya Nakhoda, Pemilik Kapal KM Virgo Transport 8 Bisa Dijerat Pidana

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:52 WIB

Lapas Over Kapasitas, BRIN Kembangkan Alat Deteksi Murah hingga Kajian Rehabilitasi Narkoba

Lapas Over Kapasitas, BRIN Kembangkan Alat Deteksi Murah hingga Kajian Rehabilitasi Narkoba

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:51 WIB

Perkiraan Gaji Wisnu Hani Putranto, Mantan Kalapas Cibinong yang Dinonaktifkan

Perkiraan Gaji Wisnu Hani Putranto, Mantan Kalapas Cibinong yang Dinonaktifkan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 17:50 WIB

Endang Tirtana Soroti Tantangan Generasi Muda di Tengah Perkembangan AI

Endang Tirtana Soroti Tantangan Generasi Muda di Tengah Perkembangan AI

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 17:47 WIB

Siap-siap Uang Bulanan Bengkak, Harga BBM Pertamax Cs Akan Naik Sebentar Lagi

Siap-siap Uang Bulanan Bengkak, Harga BBM Pertamax Cs Akan Naik Sebentar Lagi

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:47 WIB

Dulu Harus ke Kedai, Kini Secangkir Kopi Bisa Menghampiri Konsumen Lewat Gerobak Listrik

Dulu Harus ke Kedai, Kini Secangkir Kopi Bisa Menghampiri Konsumen Lewat Gerobak Listrik

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 17:46 WIB

×