Selain Genetik, Asma Bisa Dipicu oleh Faktor Lingkungan atau Gaya Hidup

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Selain Genetik, Asma Bisa Dipicu oleh Faktor Lingkungan atau Gaya Hidup
Ilustrasi lelaki terserang asma (Shutterstock)

Genetik memang memainkan peran besar terhadap penyakit asma, tetapi lingkungan juga berkontribusi.

Suara.com - Asma merupakan kondisi kronis yang menyebabkan saluran udara meradang sehingga membengkak dan menyempit. Ini membuat penderitanya sulit bernapas dan memicu serangan asma yang lebih bahaya.

Gangguan pernapasan ini dapat disebabkan oleh faktor genetik. Penelitian juga menunjukkan saat seseorang membawa gen tertentu dapat membuatnya berisiko lebih besar terkena asma, sekitar 70 persen.

Ilmuwan telah mengidentifikasi lebih dari seratus gen spesifik yang mungkin menjadi faktor seseorang menderita asma atau tidak. Bahkan, apabila ada satu orang tua biologis memiliki asma, keturunannya berisiko 3 hingga 6 kali lebih mungkin menderita penyakit ini juga.

Namun, dilansir dari Insider, asma bisa tidak berkembang jika hanya ada faktor genetik saja. Artinya, ada faktor di luar genetik, misalnya lingkungan, yang juga memicu'hidupnya' asma.

Baca Juga: Bayi Zaskia Adya Mecca Alami Masalah Pernapasan

"Beberapa gen mungkin terlibat dan mereka dapat dipicu oleh sejumlah faktor, seperti infeksi virus," kata Stanley Szefler, MD, Direktur Program Penelitian Asma Pediatrik di Children's Hospital Colorado.

Ilustrasi ibu hamil sesak napas karena asma. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi perempuan menderita asma. (Sumber: Shutterstock)

Berarti, ketika seseorang memiliki gen terkait asma dan menderita infeksi pernapasan yang buruk saat masih kanak-kanak, dapat memicu kondisi asma seumur hidup.

Tetapi, para ahli mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya bagaimana gen ini berinteraksi dengan lingkungan untuk menyebabkan asma.

Di sisi lain, dokter telah mengidentifikasi beberapa jenis asma, seperti asma awitan orang dewasa, asma alergi dan asma akibat olahraga. Setiap jenis asma terbukti memiliki komponen genetik.

Penting untuk diingat, seseorang juga dapat terkena asma walau tanpa adanya genetik. Sekitar setengah dari semua penderita asma mulai memiliki gejala saat masih kanak-kanak, berusia lima atau lebih kecil.

Baca Juga: Manfaat Latihan Pernapasan: Sehatkan Paru-Paru Hingga Redakan Stres

Sedangkan bagi mereka yang menderita asma ketika sudah tua, gen cenderung tidak berperan. Kemungkinan karena beberapa orang tua menderita asma karena gaya hidup mereka sendiri.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS