Studi Baru Rilis Manfaat dan Kemungkinan Risiko Deksametason Lawan Covid-19

Sabtu, 18 Juli 2020 | 07:19 WIB
Studi Baru Rilis Manfaat dan Kemungkinan Risiko Deksametason Lawan Covid-19
Dexamethasone alias deksametason disebut bermanfaat bagi pasien Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Hasil studi yang dilakukan oleh peneliti Inggris telah mengonfirmasi kemanjuran dan keamanan deksametason dalam melawan Covid-19. Sayanganya, tak hanya manfaat namun deksametason juga menunjukkan risiko jika diberikan terlalu dini. 

Dilansir dari MedicalXpress, sebanyak 2.104 pasien yang dirawat di rumah sakit ditugaskan untuk menerima enam miligram dosis obat setiap hari selama 10 hari dan 4.321 menerima perawatan biasa, dengan tingkat kematian dibandingkan setelah 28 hari.

Di antara pasien yang menggunakan ventilator, angka kematian untuk pasien yang menggunakan obat adalah 29,3 persen dibandingkan dengan 41,4 persen pada kelompok yang tidak diberikan deksametason. 

Dengan kata lain, kelompok ini mengalami penurunan angka kematian 29 persen.

Pada pasien yang diberi oksigen tetapi melalui cara yang kurang invasif ditambah dengan deksametason, risiko kematiannya yakni 23,3 persen dibandingkan yang tidak menggunakan deksametason, yakni 26,2 persen.

Para ilmuwan menyebut obat deksametason lebih bekerja dengan menekan respons imun abnormal yang merusak organ tubuh daripada menyerang virus.

Dexamethasone disebut manjur untuk pasien Covid-19 yang parah, bukan untuk yang bergejala ringan. [Shutterstock]
Dexamethasone disebut manjur untuk pasien Covid-19 yang parah, bukan untuk yang bergejala ringan. [Shutterstock]


Tetapi ilmuwan terkemuka Amerika Serikat Anthony Fauci memperingatkan bahwa deksametason tidak boleh diresepkan terlalu cepat setelah seseorang terinfeksi.

"Itu tidak berpengaruh, malah bisa memperburuk keadaan sejak dini," kata Fauci.

Para penulis penelitian ini juga menambahkan bahwa untuk mendapatkan manfaat dari deksametason, maka tergantung pada pemilihan dosis yang tepat, waktu yang tepat, dan pasien yang tepat.

Baca Juga: WHO Dorong Produksi Deksametason, Prioritas untuk Pasien Covid-19 Parah

Studi ini telah diterbitkan di New England Journal of Medicine pada Jumat (17/7/2020)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI