Dinilai Ampuh Sembuhkan Covid-19, India Gunakan Obat Psoriasis

Rauhanda Riyantama | Rosiana Chozanah | Suara.com

Sabtu, 18 Juli 2020 | 18:50 WIB
Dinilai Ampuh Sembuhkan Covid-19, India Gunakan Obat Psoriasis
ilustrasi obat (Shutterstock)

Suara.com - Sementara ilmuwan tengah mengembangkan obat dan vaksin Covid-19, Pengawas Obat-obatan Umum India menyetujui obat psoriasis digunakan dalam pengobatan Covid-19.

Perusahaan biofarmasi yang berbasis di Bengaluru, Biocon Limited, ini melaporkan mereka menerima persetujuan untuk pengobatannya Itolizumab, sebagai penggunaan darurat terbatas.

Hal ini diumumkan Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga (Ministry of Health and Family Welfare) minggu lalu.

Secara khusus, obat ini dapat digunakan untuk mengobati sindrom pelepasan sitokin (CRS) pada sindrom gangguan pernapasan akut sedang hingga berat pada penderita Covid-19.

Sebelum disetujui, obat telah diuji coba kepada 30 pasien di empat pusat rumah sakit. Hasil studi ini menunjukkan obat itolizumab dapat mengurangi angka kematian pada kasus sedang hingga parah.

Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]
Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]

Peneliti juga memperhatikan itolizumab dapat mengendalikan hiper-aktivasi sistem kekebalan tubuh sebagai respons terhadap infeksi SARS-CoV-2. Ini mengurangi kematian yang disebabkan oleh 'badai sitokin'.

Pasien dengan gejala berat dan mereka dengan penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi, yang diobati dengan itolizumab, merespons dengan baik.

Itolizumab dinilai cukup murah. Obat ini sudah digunakan sebagai obat psoriasis plak kronis ringan sampai parah dengan merek Alzumab.

Psoriasis merupakan penyakit autoimun, kondisi kulit kronis yang ditandai dengan pertumbuhan sel kulit baru secara cepat. Akibatnya, sel kulit baru itu akan terus menumpuk di permukaan hingga membentuk bercak tebal berwarna merah dan bersisik.

Seseorang menderita Psoriasis (Shutterstock)
Ilustrasi Psoriasis (Shutterstock)

Dilansir The Health Site, ini adalah obat biologis baru. Namun, hanya disetujui di India untuk menyembuhkan psoriasis plak konstan. BPOM AS (FDA) atau Badan Obat-obatan Eropa belum mendukung penggunaannya, Biocon juga belum mengajukan izin pemasaran.

Para ilmuwan juga ingin melanjutkan secara hati-hati. Mereka menekankan perlunya penelitian yang lebih besar untuk membuktikan kemanjuran obat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Obat Penekan Respons Kekebalan Bisa Selamatkan Pasien Parah Covid-19

Studi: Obat Penekan Respons Kekebalan Bisa Selamatkan Pasien Parah Covid-19

Health | Sabtu, 18 Juli 2020 | 12:04 WIB

Tanpa Minum Obat, Gejala Asma dapat Dikontrol Secara Alami

Tanpa Minum Obat, Gejala Asma dapat Dikontrol Secara Alami

Health | Jum'at, 17 Juli 2020 | 18:28 WIB

Kemristek Dorong Pembuatan Vaksin Covid-19 dari Obat Modern Indonesia

Kemristek Dorong Pembuatan Vaksin Covid-19 dari Obat Modern Indonesia

Tekno | Kamis, 16 Juli 2020 | 22:28 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB