Ilmuwan Berhasil Ciptakan Alat Tes Covid-19 Cepat, Hasil Keluar 45 Menit!

Irwan Febri Rialdi | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 24 Juli 2020 | 14:43 WIB
Ilmuwan Berhasil Ciptakan Alat Tes Covid-19 Cepat, Hasil Keluar 45 Menit!
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Sebuah alat pengujian untuk Covid-19 terbaru disebut bisa mengeluarkan hasil dalam waktu 45 menit saja. Metode ini diciptakan oleh para peneliti dari Universitas Colorado Boulder.

Dilansir dari Express, pengujian cepat ini tidak memerlukan usap hidung atau tenggorokan. Sebab, dalam pegujian ini, seseorang hanya perlu meludah atau menyimpan air liurnya di sebuah tabung reaksi untuk pengujian.

Dalam waktu sekitar 45 menit, partikel dalam tabung akan tetap berwarna merah muda atau akan menguning untuk menunjukkan hasil.

"Jika berbuah menjadi kuning, maka akan menandakan positif infeksi virus corona," catat para peneliti. 

Menurut peneliti, tes ini 100 persen akurat dalam mengidentifikasi sampel negatif selama uji coba. Pengujian ini juga menemukan 29 dari 30 kasus positif infeksi virus corona.

Ilustrasi tes corona. [Shutterstock]
Ilustrasi tes corona. [Shutterstock]

"Setiap tes yang telah disetujui hingga saat ini mengharuskan sampel, bahkan penggunaan air liur pun harus diproses di laboratorium diagnostik klinis terlebih dahulu," kata Sara Sawyer, Profesor dari Universitas Colorado Boulder.

Nicolas Meyerson dari BioFrontiers Institute di Universitas Colorado Boulder menambahkan, bahwa saat ini diperlukan lebih banyak tes yang membuat laboratorium kewalahan. 

Oleh karena itu, ia menyatakan bahwa pihaknya telah mengembangkan tes yang memberikan hasil lebih cepat. 

"Kami telah mengembangkan tes yang bisa memberikan hasil lebih cepat kepada orang-orang," ujat Mayerson. 

Alat pengujian baru ini telah dijelaskan dalam naskah pracetak secara online di MedRxiv.org pada Jumat (24/7/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli: Aturan di Rumah Aja Tak Pengaruhi Jumlah Kasus Virus Corona Covid-19

Ahli: Aturan di Rumah Aja Tak Pengaruhi Jumlah Kasus Virus Corona Covid-19

Health | Jum'at, 24 Juli 2020 | 13:59 WIB

Protokol Kesehatan Covid-19 Bisa Jadi Peluang Basmi TB di Indonesia

Protokol Kesehatan Covid-19 Bisa Jadi Peluang Basmi TB di Indonesia

Health | Jum'at, 24 Juli 2020 | 13:44 WIB

Permintaan Sex Toys Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Permintaan Sex Toys Meningkat Selama Pandemi Covid-19

News | Jum'at, 24 Juli 2020 | 13:18 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB