Ini Pentingnya Makan Setelah Olahraga

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 27 Juli 2020 | 11:57 WIB
Ini Pentingnya Makan Setelah Olahraga
Ilustrasi makan setelah olahraga. (Shutterstock)

Suara.com - Lapar usai berolahraga adalah hal yang wajar. Setelah Anda mengeluarkan energi sedemikian banyak, tubuh akan meminta kembali asupan kalori yang tadi dibakar. Namun, banyak orang menolak makan setelah olahraga, dan memilih mengabaikan rasa lapar ini. Padahal, sangatlah penting untuk memahami apa yang terjadi ketika Anda tidak cukup makan setelah berolahraga.

Kebanyakan ahli diet merekomendasikan untuk makan sesuatu dalam 30 menit usai olahraga. Setelah menggunakan energi yang tersedia, tubuh Anda perlu diisi ulang, khususnya dengan karbohidrat dan protein, untuk mengembalikan energi dan untuk memperbaiki kerusakan mikro pada otot-otot Anda.

Mau tahu bagaimana aturan makan setelah olahraga? Simak penjelasannya di bawah ini, seperti dilansir dari laman Self.

1. Tidak makan setelah olahraga membuat Anda merasa lelah dan menghalangi pemulihan

"Beberapa orang hanya akan merasa lelah, dan beberapa orang dapat mengalami disorientasi akibat kadar gula darah rendah," kata Jennifer Beck, M.D., spesialis kedokteran olahraga dan ortopedi pediatrik di UCLA.
Dia juga mencatat bahwa tidak makan setelah berolahraga dapat berkontribusi pada cedera yang berlebihan.

Ilustrasi olahraga atau latiha fisik. (Shutterstock)
Ilustrasi olahraga atau latihan fisik. (Shutterstock)

"Kami pikir banyak cedera berlebihan terjadi ketika orang tidak mengganti asupan kalori secepat yang seharusnya," kata Beck.

Ini terutama dapat menjadi masalah jika Anda melakukan aktivitas olahraga yang membangun otot. Jika Anda tidak makan setelah berolahraga, otot Anda berisiko mengalami kerusakan lebih lanjut saat Anda berolahraga.

2. Konsumsi camilan atau makanan yang mengandung karbohidrat dan protein

Kentang manis dengan yogurt, roti bakar dengan mentega, atau omelet sayuran, adalah beberapa contoh jenis makanan yang bisa Anda pilih untuk disantap usai berolahraga.

3. Jika terlalu banyak berkeringat, Anda mungkin perlu mengisi ulang elektrolit tubuh juga

Makanan juga mengandung elektrolit, mineral yang dibutuhkan tubuh kita untuk menjaga otot dan saraf tetap bekerja dengan benar.

"Jika Anda memiliki latihan yang sangat berkeringat, mengganti kalsium, garam, dan kalium, juga sangat penting," kata Beck.

Jika Anda tidak dapat langsung menggantinya, itu bisa membuat Anda merasa sangat kelelahan, dan bahkan bisa berbahaya. Dehidrasi dan hipoglikemia (gula darah rendah) dapat terjadi dengan cepat dan membuat Anda merasa bingung atau bahkan pingsan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, kekurangan elektrolit dapat menyebabkan aritmia jantung, atau detak jantung tidak teratur.

4. Jangan pernah mengabaikan hidrasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turunkan Risiko Covid-19 Akibat Obesitas, Warga Inggris Diminta Bersepeda

Turunkan Risiko Covid-19 Akibat Obesitas, Warga Inggris Diminta Bersepeda

Health | Minggu, 26 Juli 2020 | 17:59 WIB

Cegah Penularan Virus Corona saat Olahraga di Gym, Lakukan 5 Hal Ini!

Cegah Penularan Virus Corona saat Olahraga di Gym, Lakukan 5 Hal Ini!

Health | Minggu, 26 Juli 2020 | 16:10 WIB

Bagaimana Menumbuhkan Minat Olahraga Pada Anak?

Bagaimana Menumbuhkan Minat Olahraga Pada Anak?

Health | Rabu, 22 Juli 2020 | 15:06 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB