Ingin Otak Bekerja Lebih Baik? Yuk Konsumsi Tiga Makanan Sehat Ini

Irwan Febri Rialdi | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 27 Juli 2020 | 20:55 WIB
Ingin Otak Bekerja Lebih Baik? Yuk Konsumsi Tiga Makanan Sehat Ini
Ilustrasi kunyit

Suara.com - Nutrisi seimbang tak hanya baik bagi kesehatan tubuh, tetapi juga bermanfaat bagi otak Anda. Nutrisi yang tepat nyatanya bisa meningkatkan kemampuan otak, seperti peningkatan penyimpanan informasi. 

Melansir dari Prevention, berikut adalah tiga asupan yang dibutuhkan saat Anda ingin meningkatkan kemampuan otak, antara lain:

1. Buah Beri

Paparan radikal bebas yang terjadi terus menerus jika dibiarkan akan berakibat buruk bagi neuron Anda. Neuron adalah sel saraf yang memiliki peran penting dalam menjalankan fungsi kognitif otak. 

"Jika dibiarkan berlama-lama, radikal bebas bertindak seperti karat, menyebabkan neuron Anda menua lebih cepat," kata Lisa Mosconi, Ph.D., Direktur Alzheimer's Prevention Clinic di Weill Cornell Medical College New York.

Sementara itu, buah beri dipenuhi dengan anthocyanin, senyawa antioksidan dengan kemampuan unik untuk melintasi penghalang darah-otak yang menangkis radikal bebas.

"Antioksidan punya peran di otak seperti petugas polisi menjebak orang jahat (radikal bebas)," kata Mosconi.

Menariknya, makan beri dalam jumlah kecil sudah membantu menurunkan radikal bebas yang memengaruhi otak. 

2. Buah Bit 

Buah bit kaya akan nitrat yang menjadi oksida nitrat dalam darah. Nitric oxide merilekskan pembuluh darah ke seluruh tubuh dan meningkatkan aliran darah.  Dalam hal ini, semakin banyak darah yang mencapai otak, maka semakin tajam pula otak Anda.

Jus buah bit ternyata bisa mengatasi impotensi.
Jus buah bit ternyata bisa mengatasi impotensi.

3. Kunyit

Rempah yang satu ini dikenal kaya akan zat anti-inflamasi yang kuat, yakni curcumin. Dalam sebuah penelitian kecil, orang tanpa demensia yang mengonsumsi 90 mg kunyit dua kali sehari menunjukkan daya ingat dan perhatian yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak. 

"Curcumin mungkin menjadi alasan mengapa orang yang makan makanan India (mengandung banyak kunyit) atau kari pedas cenderung berkinerja lebih baik pada tes kognitif daripada mereka yang tidak," ungkap dokter Gary W. Small, M.D., direktur UCLA Longevity Center.

"Ini juga jadi jawaban mengapa tingkat Alzheimer di India lebih rendah daripada di AS," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Bikin Tambah Fokus, Ini 5 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Otak

Bisa Bikin Tambah Fokus, Ini 5 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Otak

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2020 | 11:46 WIB

3 Cara Menyimpan Buah Agar Tetap Segar dan Tahan Lama

3 Cara Menyimpan Buah Agar Tetap Segar dan Tahan Lama

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2020 | 16:35 WIB

Konsumsi Kunyit, Rempah Murah untuk Menurunkan Gula Darah!

Konsumsi Kunyit, Rempah Murah untuk Menurunkan Gula Darah!

Health | Kamis, 02 Juli 2020 | 12:27 WIB

Terkini

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB