Gelombang Kedua Virus Corona Diprediksi Mengancam Orang yang Lebih Muda

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 30 Juli 2020 | 12:08 WIB
Gelombang Kedua Virus Corona Diprediksi Mengancam Orang yang Lebih Muda
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Suara.com - Ancaman gelombang kedua virus corona Covid-19 bisa sangat berbeda dengan gelombang pertama. Jika sebelumnya orang tua lebih rentan, kini orang yang jauh lebih muda mungkin paling berisiko.

Prof Roger Kirby, presiden terpilih dari Royal Society of Medicine, memprediksi lonjakan kasus virus corona Covid-19 kemungkinan besar akan terjadi di musim dingin mendatang.

Karena itu dilansir dari The Sun, perdana menteri Boris Johnson menyatakan kekhawatirannya kalau gelombang kedua virus corona Covid-19 akan menyerang Inggris dalam waktu 2 minggu.

Kekhawatiran ini juga dipicu dengan adanya tanda lonjakan lain dalam kasus-kasus yang melanda Eropa. Lonjakan kasus di Spanyol pun memicu pemerintah mengarantina kembali semua orang selama 14 hari.

Prof Kirby sempat menjadi tuan rumah konferensi besar dengan para ahli dan dokter untuk membahas virus corona Covid-19 dan sejumlah kekhawatiran.

Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]

Prof Kirby memperingatkan bahwa gelombang pertama virus corona Covid-19 secara tidak proposional memengaruhi orang tua, orang dengan masalah kesehatan mendasar dan etnis minoritas. Sementara, gelombang kedua virus corona mungkin akan memiliki dampak yang berbeda.

Pensiunan ahli bedah itu menjelaskan bahwa situasi sekarang bagaikan kasus selama pandemi Flu Spanyol 1918 yang menewaskan hampi 50 juta orang.

"Musim dingin akan datang dan hampir pasti ada gelombang kedua virus corona ini. Situasi yang kami lihat pada tahun 1918 adalah perubahan virus dan gelombang kedua berbeda dengan gelombang pertama. Hal itu memengaruhi sekelompok orang yang berbeda, terutama orang lebih muda," jelas Prof Kirby dikutip dari The Sun.

Pandemi Flu Spanyol adalah wabah virus paling mematikan sepanjang sejarah yang terjadi pada Maret 1918 dengan ciri khas virus musiman.

baca juga

Saat itu bertepatan dengan Perang Dunia I, virus menyebar melalui pasukan tentara di seluruh dunia. Kasusnya sempat menurun selama musim panas dan memberikan harapan baru.

Tapi, memasuki September hingga November, tingkat kematian merokok tidak seperti gelombang pertama lagi. Bahkan penyakit ini juga menyerang orang muda yang lebih sehat.

Para ahli menggambarkan kondisinya bagaikan kurva W, yang mana jumlah kematian tertinggi terjadi di antara mereka yang sangat muda dan tua dalam rentang usia 25 hingga 35 tahun.

Sampai akhirnya pandemi Flu Spanyol berhenti pada musim panas 1919, karena virus telah menginfeksi seluruh dunia. Banyak orang sudah meninggal dunia dan beberapa lainnya mengembangkan kekebalan baru.

Sebuah studi oleh Prosiding National Academy of Sciences menemukan bahwa orang yang lahir setelah 1889 tidak terkena jenis virus mematikan pada 1918.

Hal ini menjelaskan penyebab pandemi virus mematikan itu lebih menyerang dewasa muda daripada orang lebih tua, karena mereka telah membangun kekebalan sehingga lebih cepat pulih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkat Lockdown, Angka Pasien Covid-19 dengan Ventilator di Inggris Menurun

Berkat Lockdown, Angka Pasien Covid-19 dengan Ventilator di Inggris Menurun

Health | Kamis, 30 Juli 2020 | 10:04 WIB

Pakai Masker Bisa Kurangi Dosis Virus yang Menginfeksi, Ini Kata Ahli!

Pakai Masker Bisa Kurangi Dosis Virus yang Menginfeksi, Ini Kata Ahli!

Health | Kamis, 30 Juli 2020 | 09:54 WIB

Sembuh dari Virus Corona Covid-19, Wanita Ini Alami Sensasi Aneh di Lengan

Sembuh dari Virus Corona Covid-19, Wanita Ini Alami Sensasi Aneh di Lengan

Health | Kamis, 30 Juli 2020 | 08:53 WIB

Terkini

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

×