Akibat Infeksi Covid-19, Wanita 28 Tahun Ini Harus Transplantasi Paru-paru

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah
Akibat Infeksi Covid-19, Wanita 28 Tahun Ini Harus Transplantasi Paru-paru
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Untungnya wanita ini dapat sembuh dan sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Suara.com - Seorang pasien Covid-19 yang pertama menerima transplantasi paru-paru di Amerika Serikat telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit pada Jumat (31/7/2020).

Mayra Ramirez yang berusia 28 tahun harus menjalani transplantasi pada 5 Juni lalu lantaran Covid-19 menimbulkan kerusakan permanen pada paru-parunya.

Namun, agar bisa menjalani transplantasi, ia diharuskan bersih dari virus. Sebab, pasien transplantasi harus mengonsumsi obat penekan kekebalan tubuh setelah operasi.

Fungsi dari obat-obatan ini adalah untuk mencegah tubuh menolak organ baru, tetapi efek sampingnya sistem kekebalan tubuh akan menurun sehingga tidak dapat melawan infeksi aktif.

"Begitu tubuh Mayra memberantas virus, sangat jelas bahwa kerusakan paru-parunya tidak akan sembuh, dan kami perlu melakukan transplantasi paru-paru," kata Dr Beth Malsin, spesialis paru dan spesialis perawatan kritis di Northwestern Memorial Hospital.

Medical ventilator yang sangat dibutuhkan para pasien Covid-19. Pabrikan otomotif juga akan menggarap ketersediaannya. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].
Ilustrasi pasien Covid-19 parah [Shutterstock].

Mayra dilaporkan terbangun setelah menjalani operasi 10 jam.

"Saya tidak mengenali tubuh saya sendiri," tutur Mayra, dilansir Live Science.

Sebelum operasi, Mayra menghabiskan enam minggu di ruang ICU yang mendapat bantuan ventilator dan oksigenasi membran ekstrakorporeal (ECMO), yang memompa darah teroksigenasi ke seluruh tubuh ketika jantung dan paru-paru tidak dapat melakukannya sendirian.

Ahli bedah yang menangani Mayra mengatakan gadis muda itu harus mengonsumsi obat anti-penolakan selama sisa hidupnya.

"Tetapi karena dia masih muda dan sehat, dia akan terus menjadi lebih kuat dan lebih kuat," jelas Dr. Ankit Bharat.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS