Orangtua Asal Beri Pujian untuk Anak, Dampaknya Bisa Negatif Lho!

Senin, 03 Agustus 2020 | 07:15 WIB
Orangtua Asal Beri Pujian untuk Anak, Dampaknya Bisa Negatif Lho!
Ilustrasi anak dan orangtua. (Shutterstock)

Suara.com - Psikolog mengatakan pujian tak spesifik dari orangtua untuk anak tidak memiliki manfaat, bahkan berpotensi memberikan dampak negatif bagi tumbuh kembangnya.

Ya, memuji anak sering kali dianggap sebagai tindakan positif dan bentuk apresi terhadap tindakannya. Orangtua mungkin saja bermaksud baik dengan memberikan pujian atas perilaku anak.

Tapi pujian juga bisa bersampak negatif jika tidak disampaikan secara spesifik. Dibandingkan pujian, dukungan sebenarnya lebih berpengaruh baik terhadap perkembangan perilaku anak.

"Pujian juga bisa menjadi toxic ketika tidak mengandung hal yang spesifik untuk anak. Beda sama dukungan, itu tindakan mendorong untuk melakukan perilaku positif. Kalau pujian bentuknya hanya sesaat dan belum tentu spesifik," kata kepala psikolog rumah sakit Melinda 2 Bandung Ifa Hanifah Misbach dalam webinar 'Disiplin Positif Menghadapi Toxic Parenting', Minggu (2/8/2020).

Ia mencontohkan bahwa kalimat pujian umumnya hanya dilontarkan dengan kata sifat anak tanpa tindakan jelas yang telah dilakukannya.

"Contohnya, kamu cantik, kamu hebat, kamu pintar," kata Ifa.

Ilustrasi anak dan orang tua. (shutterstock)
Ilustrasi anak dan orang tua. (shutterstock)

Berbeda dengan dukungan, lanjutnya, yang akan menyampaikan dengan jelas tindakan spesifik yang telah dilakukan anak.

"Kalau spesifik, 'terimakasih adek setiap tumpah air sudah ambil lap sendiri di lemari dan keringkan sendiri'," ujarnya.

Dampak negatif dari pujian yang tidak spesifik itu dibuktikan dalam riset Dr. Carol Dweck, profesor di Stanford University.

Baca Juga: Dokter: Aroma Terapi Belum Terbukti Bisa Tingkatkan Kualitas Tidur

Ifa menjelaskan bahwa sering kali lantaran pujian tidak sesuai dengan tindakannya, anak justru menjadi tidak berani mengambil risiko karena takut disalahkan dan tidak mendapat pujian kembali. Akibatnya anak takut untuk berkembang.

"Sebaliknya, anak yamg selalu dapat dukungan, baik saat sulit dan diberikan apresiasi, dia akan berani ambil risiko karena tahu tidak akan salah atau disalahkan dan bisa termotivasi coba hal baru bahkan inisiatif berkontribusi," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI