Hadi Pranoto Klaim Obat Covid-19 Masuk Wisma Atlet, Ini Kata Dokter di Sana

Risna Halidi | Suara.com

Senin, 03 Agustus 2020 | 12:17 WIB
Hadi Pranoto Klaim Obat Covid-19 Masuk Wisma Atlet, Ini Kata Dokter di Sana
Hadi Pranoto (Screenshot YouTube dunia MANJI)

Suara.com - Hadi Pranoto menjadi salah satu sosok yang dibicarakan di media sosial.

Pasalnya, lelaki yang mengaku sebagai ahli mikrobiologi tersebut, secara terang-terangan mengatakan telah menciptakan antibodi Covid-19 yang bukan hanya dapat mencegah Covid-19, tapi juga mengobatinya.

Klaim tersebut ia ungkapkan melalui sebuah video berdurasi lebih dari 30 menit yang diunggah oleh akun YouTube Dunia MANJI.

Meski video tersebut telah dihapus oleh YouTube, namun Suara.com telah merangkum ragam klaim Hadi Pranoto yang ia ungkapkan di video tersebut lewat berita berikut.

Salah satu hal yang ia ungkapkan adalah, bagaimana produk 'herbal' antibodi Covid-19 telah disebarkan di seluruh Indonesia.

Hadi mengatakan sebanyak 250 ribu antibodi Covid-19 sudah disalurkan ke Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan hingga masuk ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

Tapi, apakah benar demikian?

Suara.com mencoba menghubungi dua dokter yang bertugas di Rumah Sakit Darurat Khusus Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta.

Kedua dokter tersebut adalah dokter spesialis paru-paru--Dr. Arief Riadi Arifin, SpP, MARS, FISR serta dr. Saut Halomoan Manulang, SpB(K), FCD.

Sebagai dokter yang bertugas di sana,  Arief yang juga didaulat sebagai Koordinator Dokter Spesialis Paru BNPB dan RSD Wisma Atlet mengatakan bahwa dirinya tak tahu menahu dengan obat yang dimaksud Hadi.

"Saya tidak pernah pernah tau obat atau herbal yang dimaksud Hadi tersebut. Kalau obat atau herbal yang diberikan harus melalui komisi etik Rumah Sakit," kata Arif kepada Suara.com, Minggu (2/8/2020).

Jawaban serupa diucapkan oleh Manulang. Ia bahkan meminta masyarakat untuk tidak kadung percaya dengan 'wawancara yang tidak bertanggungjawab'.

"Jangan percaya wawancara tidak bertanggung jawab. Sampai saat ini belum ada obat khusus spesifik untuk menyembuhkan Covid-19. Jangan terpengaruh hoaks," katanya melalui pesan singkat.

Lewat kesempatan berbeda, mantan Juru Bicara Pemerintah terkait penanganan Covid-19, dr. Achmad Yurianto juga menjawab secara singkat pertanyaan wartawan terkait isu klaim Hadi Pranoto tersebut.

Yurianto bahkan meminta agar awak media untuk mencari tahu sendiri siapa Profesor Hadi Pranoto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tompi Sentil Anji soal Obat COVID-19 Temuan Hadi Pranoto

Tompi Sentil Anji soal Obat COVID-19 Temuan Hadi Pranoto

Entertainment | Senin, 03 Agustus 2020 | 11:55 WIB

Virus Corona Bisa Picu Pembekuan Darah, Bagaimana Risikonya pada Wanita?

Virus Corona Bisa Picu Pembekuan Darah, Bagaimana Risikonya pada Wanita?

Health | Senin, 03 Agustus 2020 | 12:03 WIB

Anji Sebut Warganet Juga kasih Panggung ke Hadi Pranoto

Anji Sebut Warganet Juga kasih Panggung ke Hadi Pranoto

Entertainment | Senin, 03 Agustus 2020 | 11:39 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB