Meski Tinggi Purin, Penderita Asam Urat Aman Mengonsumsi Minyak Ikan

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 05 Agustus 2020 | 15:45 WIB
Meski Tinggi Purin, Penderita Asam Urat Aman Mengonsumsi Minyak Ikan
Ilustrasi suplemen minyak ikan. (Shutterstock)

Suara.com - Makanan laut identik dengan makanan tinggi purin yang harus dihindari oleh penderita asam urat. Tapi, bagaimana dengan minyak ikan, yang disebut-sebut kaya asam lemak omega-3 yang menyehatkan? Bolehkah minyak ikan dikonsumsi oleh penderita asam urat?

Minyak ikan sendiri dikenal sebagai sumber asam lemak omega-3 yang sangat penting untuk mengontrol sistem imun pada tubuh, menjaga fungsi otak, dan membantu kontrol kolesterol serta lemak tubuh.

Namun, banyak penderita asam urat takut mengonsumsi minyak ikan, mengingat suplemen minyak ikan berasal dari ikan laut dalam yang kandungan purinnya sangat tinggi.

Dilansir dari laman Healio, ketika Anda mengkonsumsi makanan tinggi purin, tubuh akan memecahnya menjadi kristal yang kemudian membentuk asam urat yang mengendap di bagian sendi. Karena itu, beberapa orang khawatir bahwa mengonsumsi minyak ikan dapat memperburuk asam urat.

Para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Boston, Amerika Serikat melakukan penelitian untuk melihat hubungan antara konsumsi asam lemak omega-3 dan risiko asam urat.

Hasilnya, seperti dikutip dari Antara, menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 memiliki potensi yang sangat tinggi untuk mengurangi risiko serta gejala akut dari asam urat.

"Efek anti-inflamasi pada minyak ikan berpotensi tinggi untuk mengurangi radang akibat asam urat. Kendati demikian, tiap orang harus memiliki kontrol pada konsumsi minyak ikan harian karena kondisi tubuh yang berbeda-beda," ujar salah satu peneliti Tuhina Neogi.

Mengkonsumsi minyak ikan dapat membantu memperbaiki ketidakseimbangan lemak jahat dalam tubuh dan mengurangi peradangan. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa sakit, bengkak, kemerahan, dan kerusakan sendi yang terkait dengan asam urat.

"Dalam penelitian terhadap 724 pasien asam urat, pasien yang mengonsumsi satu butir suplemen minyak ikan per hari memiliki gejala asam urat yang jauh lebih rendah dibandingkan yang sama sekali tidak mengonsumsi minyak ikan," kata Neogi.

Kendati demikian, pasien yang mengkonsumsi lebih dari dua butir minyak ikan per hari, justru mengalami peningkatan gejala asam urat.

"Signifikansi klinis dari temuan ini adalah adanya sinyal yang menunjukkan bahwa omega-3 memiliki peran penting dan manfaat dalam mengurangi gejala dan risiko asam urat jika dikonsumsi dalam dosis yang sesuai," ujar Neogi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muncul Nyeri Setelah Kebanyakan Makan Daging, Waspadai Penyakit Ini

Muncul Nyeri Setelah Kebanyakan Makan Daging, Waspadai Penyakit Ini

Health | Jum'at, 31 Juli 2020 | 18:00 WIB

5 Herbal Atasi Nyeri Asam Urat, Mudah Didapat!

5 Herbal Atasi Nyeri Asam Urat, Mudah Didapat!

Banten | Selasa, 30 Juni 2020 | 12:26 WIB

Tiga Obat Herbal Ampuh untuk Atasi Asam Urat, Bisa Beli di Pasar!

Tiga Obat Herbal Ampuh untuk Atasi Asam Urat, Bisa Beli di Pasar!

Jawa Tengah | Senin, 22 Juni 2020 | 18:06 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB