Pasien Sembuh Covid-19 Bisa Mengalami Kerontokan Rambut

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Rabu, 05 Agustus 2020 | 19:10 WIB
Pasien Sembuh Covid-19 Bisa Mengalami Kerontokan Rambut
Ilustrasi rambut rontok. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Terdengar tidak umum, beberapa pasien Covid-19 mengalami kerontokan rambut selama masa pemulihan. Hal ini ditunjukkan dalam Dermatology Covid-19 Registry, sebuah database dampak dermatologis akibat Covid-19 pada 1000 kasus di 38 negara. 

Melansir dari Health, pengarah Dermatology Covid-19 Registry, Dokter Esther Freeman menyatakan bahwa semakin banyak laporan tentang kerontokan rambut usai pulih dari Covid-19. 

Namun, pakar penyakit menular, Amesh A. Adalja, MD, sarjana senior di Johns Hopkins Center for Health Security di Maryland menyebutkan bahwa kondisi tersebut tidak terlalu mengejutkan.

Hal ini disebabkan karena kondisi telogen effluvium pada pasien infeksi virus corona. 

Talogen effluvium sendiri merupakan perubahan siklus pertumbuhan folikel rambut akibat tekanan fisiologis.

"Setelah mengalami tekanan fisiologis, ada kondisi yang berdampak pada siklus pertumbuhan folikel rambut. Ini disebut telogen effluvium dan dapat dilihat setelah sembuh dari berbagai jenis penyakit, termasuk malaria dan tuberkulosis," kata Dr. Adalja kepada Health.

Telogen effluvium biasanya muncul sekitar tiga bulan setelah stres baik pada pria maupun wanita.

Ahli dermatologi Angelo Landriscina, MD, mengatakan kepada Health bahwa rambut rontok ini dapat terjadi karena berbagai peristiwa yang penuh tekanan.

Artinya, penyakit bukan satu-satunya penyebab rambut rontok karena kondisi tersebut bisa dipicu oleh masalah psikologis serius.

baca juga

"Pada waktu tertentu, 85 sampai 90 persen rambut kita berada dalam fase yang disebut anagen atau fase pertumbuhan," kata Dr. Landriscina. 

"Sementara itu, 1 sampai 2 persen berada dalam fase transisi yang disebut catagen. Hingga 10 persen rambut kita berada dalam fase telogen atau fase istirahat yang merupakan fase di mana rambut  rontok. Dalam telogen effluvium, sebagian besar rambut bergerak ke fase telogen dan rontok," kata Landriscina. 

Ilustrasi rambut rontok. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi rambut rontok. (Sumber: Shutterstock)

American Academy of Dermatology (AAD) mengatakan, kerontokan rambut mencapai 50 hingga 100 helai sehari masih dikatakan normal.

Namun jika kerontokan lebih signifikan, mungkin Anda sedang mengalami telogen effluvium.

Meskipun tidak ada bukti spesifik bahwa virus corona memicu kerontokan rambut, pada dasarnya penyakit serius apapun dapat menyebabkan telogen effluvium, termasuk Covid-19.

"Kita tahu bahwa hormon stres kortisol dilepaskan pada tingkat yang lebih tinggi selama sakit parah dan kita juga tahu bahwa kortisol dapat memengaruhi struktur rambut," tambahnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1 Staf Positif Corona, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Lockdown!

1 Staf Positif Corona, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Lockdown!

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:46 WIB

Seniman Jateng Minta Izin Pentas, Ganjar Pranowo Setuju Asal Virtual

Seniman Jateng Minta Izin Pentas, Ganjar Pranowo Setuju Asal Virtual

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:40 WIB

Diklaim Sanggup Bunuh Virus Corona, Obat Kumur di Jepang Ludes

Diklaim Sanggup Bunuh Virus Corona, Obat Kumur di Jepang Ludes

Health | Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:24 WIB

Terkini

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:19 WIB

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Sport | Jum'at, 25 September 2026 | 21:17 WIB

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:16 WIB

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 21:13 WIB

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:02 WIB

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 20:58 WIB

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:56 WIB

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:54 WIB

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 20:38 WIB

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 20:37 WIB

×