Dikira Sakit Covid-19, Kisah Pengidap Kanker Payudara Ini Berakhir Tragis

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Dikira Sakit Covid-19, Kisah Pengidap Kanker Payudara Ini Berakhir Tragis
Ilustrasi perempuan batuk (Shutterstock)

Awalnya dokter salah mendiagnosa pasien dengan infeksi Covid-19, padahal ternyata adalah gejala kanker.

Suara.com - Seorang ibu dilaporkan meninggal dunia setelah sang dokter menyebut berbagai keluhan medis yang dialaminya sebagai gejala infeksi virus corona. Salah diagnosis, ternyata masalah kesehatannya disebabkan oleh kanker.

Beth Pattison diketahui sudah pernah dua kali sembuh dari kanker payudara pada 2016 dan 2017. Namun pada Maret lalu, gejalanya kembali.

Perempuan 27 tahun itu pun memeriksakan diri ke dokter umum di Bridge End Surgery, Chester-le-Street, Inggris, karena merasakan batuk yang terus menerus.

Saat itu, ia diberitahu bahwa kemungkinan batuknya adalah gejala dari Covid-19 yang pada saat itu sedang merebak di Inggris.

Dua bulan berikutnya, tepatnya pada Mei, ia kembali memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan ahli onkologi di Newcastle's Royal Victoria Infirmary via telepon.

Ilustrasi kanker payudara
Ilustrasi kanker payudara (Shutterstock)

Namun, ia lagi-lagi diberi tahu gejalanya itu kemungkinan disebabkan oleh virus corona.

Kondisinya makin parah hingga ia dirawat di rumah sakit pada 8 Juni lalu.

Saat dirawat pun, Beth masih diduga menderita gangguan pernapasan, yaitu pneumonia.

Beth menjalani tiga kali tes virus corona sebelum dirawat. Semuanya memberikan hasil negatif.

Butuh lebih dari seminggu untuk dokter akhirnya menyelidiki bahwa Beth menderita kanker payudara yang sudah bermetastasis ke ovarium dan paru-parunya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS