Imbas Ledakan di Beirut, Muncul Masalah Pernapasan hingga Kardiovaskular

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:18 WIB
Imbas Ledakan di Beirut, Muncul Masalah Pernapasan hingga Kardiovaskular
Sebuah helikopter memadamkan api di lokasi ledakan di pelabuhan kota di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8). [Foto/AFP]

Suara.com - Ledakan hebat di Beirut, Lebanon, pada Selasa (6/8/2020) kemarin, diketahui telah menewaskan sedikitnya 135 orang dan menyebabkan 5.000 orang cedera.

Menurut Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab, ledakan tersebut terkait dengan 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan selama enam tahun tanpa adanya pengamanan di gudang pelabuhan.

Presiden Lebanon Michael Aoun mencuit bahwa perilaku ini tidak dapat diterima dan akan menghukum oknum yang bertanggung jawab atas penyimpanan bahan kimia tersebut.

Dilansir Newsweek, amonium nitrat merupakan garam kristal yang tidak berbau dan tidak berwarna. Umumnya ini digunakan sebagai bahan campuran pupuk.

Namun amonium nitrat juga dapat digunakan sebagai bahan peledak, korek api, dan antibiotik.

Gas merah sebelum ledakan hebat (Instagram/nicolehilton3)
Gas merah sebelum ledakan hebat (Instagram/nicolehilton3)

Zat ini sendiri tidak mudah terbakar dan tidak berbahaya apabila ditangani secara benar. Tapi, zat berumus kimia NH4NO3 itu bisa menyebabkan bahan mudah terbakar lainnya, seperti kayu, kertas, dan minyak, menyala.

Di bawah kondisi yang tepat dari tekanan panas di ruang tertutup, itu bisa meledak. Ini dapat melepaskan amonia, karbon dioksida, dan nitrogen oksida ke udara.

Menurut Gabriel da Silva, dosen senior teknik kimia di University of Melbourne, foto-foto dari tempat kejadian menunjukkan adanya gumpalan dari area ledakan. Ini adalah karateristik warna sejenis nitrogen oksida yang disebut nitrogen dioksida.

Silva mengatakan bahwa kadar nitrogen oksida tingkat tinggi bisa menjadi masalah bagi orang yang menderita masalah pernapasan.

"Asap di Beirut akan menimbulkan risiko kesehatan bagi penduduk sampai mereka menghilang secara alami, yang dapat memakan waktu beberapa hari tergantung pada kondisi cuaca setempat," jelasnya.

American Lung Association menjelaskan dampak dari nitrogen dioksida termasuk meradangnya saluran udara, batuk, mengi yang memburuk, hingga fungsi paru-paru yang berkurang.

Gas berbahaya ini juga dikaitkan dengan masalah kardiovaskular, rendahnya berat badan bayi yang baru lahir, dan risiko kematian dini yang lebih tinggi.

Nitrogen dioksida biasanya dibuat ketika bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak, gas atau diesel, terbakar pada suhu tinggi.

Selain itu, amonia juga termasuk gas korosif yang dapat merusak sel-sel tubuh.

Ledakan terjadi di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020). [AFP]
Ledakan terjadi di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020). [AFP]

Amonia tingkat tinggi di udara dapat menyebabkan mata, hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan seseorang terbakar, menyebabkan kebutaan, kerusakan paru-paru, dan kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ledakan di Beirut, Lebanon: Mengapa Amonium Nitrat Bisa Sangat Berbahaya?

Ledakan di Beirut, Lebanon: Mengapa Amonium Nitrat Bisa Sangat Berbahaya?

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2020 | 11:52 WIB

Beredar Foto Tumpukan Amonium Nitrat di Pelabuhan Beirut Sebelum Ledakan

Beredar Foto Tumpukan Amonium Nitrat di Pelabuhan Beirut Sebelum Ledakan

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 20:52 WIB

Ledakan Dahsyat Lebanon, Said Didu: Pabrik Pupuk Kita Punya Amonium Nitrat

Ledakan Dahsyat Lebanon, Said Didu: Pabrik Pupuk Kita Punya Amonium Nitrat

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 20:09 WIB

Terkini

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB