Beredar Foto Tumpukan Amonium Nitrat di Pelabuhan Beirut Sebelum Ledakan

Reza Gunadha, Rifan Aditya

Rabu, 05 Agustus 2020 | 20:52 WIB
Beredar Foto Tumpukan Amonium Nitrat di Pelabuhan Beirut Sebelum Ledakan
Beredar Foto Tumpukan Amonium Nitrat di Pelabuhan Beirut Sebelum Ledakan (Twitter dan Instagram)

Suara.com - Sebuah foto yang diklaim tumpukan amonium nitrat di gudang penyimpanan di pelabuhan Beirut sebelum terjadi ledakan dahsyat beredar di media sosial.

Foto tersebut diunggah oleh akun Twitter @Intel_Sky, pada Rabu (5/8/2020) pagi. Kemudian dibagikan lagi ke Instagram oleh akun @viralterkini99 beberapa jam kemudian.

"Before the Blast..(sebelum ledakan)," tulis @Intel_Sky.

Terdapat tulisan "NITROPRILL HD" di kantong-kantong itu.

Bentuk bangunan di foto tersebut juga identik dengan gudang lokasi pusat ledakan dahsyat di Beirut Lebanon. Hal itu terlihat dari kaca di bagian atas.

Dalam foto yang beredar, terlihat tiga pria berada di depan pintu bangunan.

Beredar Foto Tumpukan Amonium Nitrat di Pelabuhan Beirut Sebelum Ledakan (Twitter dan Instagram)
Beredar Foto Tumpukan Amonium Nitrat di Pelabuhan Beirut Sebelum Ledakan (Twitter dan Instagram)

Sementara itu menurut penjelasan akun Instagram @viralterkini99, amonium nitrat tersebut awalnya dibawa kapal kargo berbendera Moldovia, MV Rhosus yang berlayar dengan rute Georgia-Mozambique.

Kapal mengalami masalah teknis sehingga harus mengalihkan tujuan ke Beirut. Ketika diinspeksi kapal tidak diperbolehkan melaut dan awaknya dipulangkan.

Barang muatan berupa ribuan amonium nitrat disimpan di warehouse pelabuhan sampai tiba waktunya dilelang/dibuang.

baca juga

"Foto yang beredar menunjukkan tumpukan ammonium nitrat tersebut di warehouse pelabuhan dalam karung-karung satu ton. Terlihat bahwa ammonium nitrat tersebut digeletakkan begitu saja tanpa tindakan pengamanan," tulis @viralterkini99.

Jeffrey Lewis, direktur Program Nonproliferasi Asia Timur di Pusat Studi Nonproliferasi James Martin ikut mengomentari foto viral itu.

Ia menjelaskan tulisan "NITROPRILL HD" di kantong-kantong itu kemungkinan Nitropril yang dibuat oleh Orica Mining Service.

"Orica menetapkan standar TNT untuk ledakan sebesar 15 persen. 0,15 x 2750 = 412,5. Satu lagi titik data yang menunjukkan ledakan itu beberapa ratus ton," tulis Lewis.

Ia mengatakan, angka 15 persen yang terkandung dalam bahan peledak seperti di kantong-kantong itu adalah batas atas untuk tujuan keselamatan.

Lewis berasumsi, jika satu tas besar seberat 1000 kg atau 1 ton itu mengandung 20 persen maka diperoleh angka 550.

Komentar ahli soal  foto tumpukan amonium nitrat di pelabuhan Beirut (Twitter)
Komentar ahli soal foto tumpukan amonium nitrat di pelabuhan Beirut (Twitter)

Warganet kemudian memberikan berbagai spekulasi di unggahan foto yang diduga tumpukan kantong-kantong amonium nitrat.

Tak sedikit netizen yang menyayangkan cara penyimpanan bahan peledak dengan tingkat keamanan rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ledakan di Beirut, Ganjar : Semoga Indonesia Bisa Bantu Negara Sahabat

Ledakan di Beirut, Ganjar : Semoga Indonesia Bisa Bantu Negara Sahabat

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 20:36 WIB

Pascaledakan, Persediaan Gandum Lebanon Hanya Cukup Untuk Sebulan

Pascaledakan, Persediaan Gandum Lebanon Hanya Cukup Untuk Sebulan

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 20:28 WIB

Dephan AS Tolak Klaim Donald Trump Terkait Ledakan di Beirut Lebanon

Dephan AS Tolak Klaim Donald Trump Terkait Ledakan di Beirut Lebanon

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 20:39 WIB

Terkini

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:28 WIB

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:05 WIB

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 02:30 WIB

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

×