Sindrom Charles Bonnet, Penderita Bisa Dihantui Bayangan Seram dan Tragis

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 10 Agustus 2020 | 15:20 WIB
Sindrom Charles Bonnet, Penderita Bisa Dihantui Bayangan Seram dan Tragis
Ilustrasi CBS. (Shutterstock)

Suara.com - Arthur Anston berpikir bahwa ia mungkin sudah tidak waras ketika melihat para bangsawan di era Victorian berpenampilan modern. Pensiuan dikrektur penjualan berumur 71 tahun itu juga pernah merasa ketakutan ketika melihat seseorang tiba-tiba muncul dihadapannya saat ia bepergian bersama istrinya meski ia tahu itu sebuah halusinasi.

"Pertama kali hal itu terjadi, saya pikir saya sudah tak waras," katanya kepada Independent.

Saking takutnya, ia dibawa oleh menantu laki-lakinya ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Menurut dokter, ia menderita Sindrom Charles Bonnet (CBS).

"Saya belum pernah mendengar tentang CBS. Apa yang saya tahu hanyalah saya melihat sesuatu yang tidak dilihat orang lain. Itu mengganggu," kata Anston.

Saat menderita CBS, seseorang bisa merasa dihantui oleh penampakan seram, seperti anak yang berlumuran darah, peristiwa horor, binatang buas, hingga sosok yang mengerikan. CBS ini merupakan kondisi yang menyebabkan halusinasi visual yang terasa nyata dan memiliki kompleksitas.

Melansir dari Independent, para ahli saraf dari Oxford sedang menyusun studi untuk menyelidiki penyebab CBS sehingga bisa mencari pengobatan yang tepat. Peneliti memperkirakan bahwa kemungkinan banyak orang yang menderita masalah ini namun tidak terbuka karena takut dianggap gila.

"Ini sangat penting karena memengaruhi kehidupan banyak orang," kata Judith Potts, pendiri Esme’s Umberella yang merupakan yayasan untuk orang dengan CBS.

Ilustrasi halusinasi. [Shutterstock]
Ilustrasi halusinasi. [Shutterstock]

Potts juga mengalami CBS, ia mengaku sering kali mendengar suara seolah ia berada dalam film horor.

"Orang-orang tahu itu tidak nyata, tetapi mereka tidak dapat menghilangkan bayangannya, tidak ada obatnya. Mereka tidak bisa melarikan diri," tambahnya.

Menurut Potts, CBS sendiri telah memengaruhi kehidupan banyak orang. Para penderita yang ia temui bahkan mengaku melihat harimau di depan pintu kamarnya saat bangun. "Jika Anda melihatnya, itu terasa sangat menakutkan, meskipun Anda tahu itu tidak nyata," kata Potts.

Orang-orang dengan CBS tahu dan paham bahwa yang ia lihat hanyalah sesuatu yang tidak nyata. Sayangnya, mereka tidak bisa menghilangkan bayangan-bayangan tersebut. Kondisi ini juga terjadi pada orang-orang dengan kondisi mental yang sehat.

Dengan kondisi ini, orang-orang sering kali tak mau keluar rumah karena takut mengalami penglihatan serupa di luar. "Mereka menjadi depresi, bahkan bisa mengalami kecelakaan," imbuh Potts.

Penyebab persis dari CBS sendiri tidak diketahui dengan pasti. Namun menurut Institus Kesehatan Nasional (NIH), CBS bisa terjadi ketika seseorang mengalami penurunan atau kehilangan penglihat.

CBS diperkirakan terkait dengan otak yang terus menafsirkan gambar, bahkan saat gambar tidak ada. Ada banyak penyakit yang mendasari kehilangan penglihatan yang berhubungan dengan CBS, seperti degenerasi makula dan stroke. Halusinasi dapat hilang jika masalah penglihatan yang mendasarinya dapat diperbaiki, seperti halnya katarak.

Penelitian Oxford yang akan dilakukan pada musim panas ini dibiayai oleh yayasan Esme’s Umbrella dan the Fight For Sight. Studi ini akan mengamati sekitar 20 orang, 10 dengan CBS dan 10 tanpa CBS. Para peneliti akan mengukur bahan kimia di otak dan dipantau selama periode waktu tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Kekurangan Vitamin B12 Bisa Memicu Malasah Psikologis!

Waspada, Kekurangan Vitamin B12 Bisa Memicu Malasah Psikologis!

Health | Rabu, 22 Juli 2020 | 16:16 WIB

Ratusan Sindrom Langka Terjadi Pada Anak-anak, Gara-gara Covid-19?

Ratusan Sindrom Langka Terjadi Pada Anak-anak, Gara-gara Covid-19?

Health | Rabu, 01 Juli 2020 | 10:20 WIB

Efek Lain Covid-19, Bikin Pasien Halusinasi dan Mimpi Buruk

Efek Lain Covid-19, Bikin Pasien Halusinasi dan Mimpi Buruk

News | Senin, 29 Juni 2020 | 16:52 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB