Mengenal Stevia, Pengganti Gula Bagi Anak Obesitas dan Penderita Diabetes

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Mengenal Stevia, Pengganti Gula Bagi Anak Obesitas dan Penderita Diabetes
Ilustrasi gula pasir. (Pixabay/feelphotoz)

Stevia digadang-gadang sebagai pengganti gula yang aman bagi anak. Simak penjelasannya berikut ini.

Suara.com - Gula atau pemanis memang jadi musuh bebuyutan bagi penderita diabetes bahkan menyebabkan obesitas pada anak-anak. Penggantinya muncul dengan nama stevia. Apa itu?

Stevia sendiri merupakan sebutan umum untuk ekstrak daun tanaman Stevia rebaudiana yang banyak tumbuh di Paraguay dan Brazil. Mengandung bahan pemanis steviol glikosida, stevia banyak digunakan sebagai pemanis alami pada makanan selama ribuan tahun.

Stevia bisa digunakan sebagai pengganti gula, mengandung nol kalori dan rendah karbohidrat. Akhirnya orang yang ingin hidup sehat mengganti stevia sebagai sumber pemanis.

Uniknya Stevia sendiri 200 hingga 300 kali lebih manis dibandingkan gula biasa padahal takarannya sama. Alhasil pemanis ini juga digunakan untuk mengurangi kadar gula d1arah pasien diabetes.

Beruntung meski harus dikonsumsi anak-anak stevia masih aman digunakan.

"Stevia, pemanis alami yang rendah kalori dan karbohidrat aman dikonsumsi oleh semua umur, termasuk anak yang sudah lepas masa ASI dan MPASI. Menurut informasi dari Federal Food and Drug Administration (FDA), ekstrak tanaman Stevia yang sudah melalui proses pemurnian tergolong aman untuk digunakan dalam makanan," tulis peneliti FDA dalam jurnal penelitian mengutip Live Science.

Meski begitu, daun stevia harus lebih dulu diolah dan tidak boleh dikonsumsi dalam keadaan mentah karena bisa merusak ginjal, sistem kardiovaskular dan fungsi reproduksi sebagai efek sampingnya.

Jadi stevia yang digunakan harus mendapat izin resmi untuk digunakan dalam makanan. Sehingga makanan mengandung stevia harus mendapat izin resmi, jika orangtua ingin memberikannya pada anak.

"Anak yang aktif tentunya membutuhkan energi yang lebih banyak untuk bergerak. Tambahan energi ini bisa didapatkan dari daging, buah, dan sayur organik, tanpa menambahkan konsumsi gula buatan yang sering kali ditemukan pada minuman kemasan, jus kemasan, maupun camilan yang tidak diolah di rumah," papar peneliti utama.

Penelitian tersebut juga menunjukkan 8 dari 100 anak Indonesia menderita obesitas, karena makanan yang tidak sehat dan banyak mengonsumsi gula.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS