102 Hari Bebas Covid-19, Selandia Baru Temukan Kasus Baru

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 12 Agustus 2020 | 07:09 WIB
102 Hari Bebas Covid-19, Selandia Baru Temukan Kasus Baru
Warga lakukan physical distancing di tengah pandemi virus Corona di Selandia Baru. [Marty MELVILLE / AFP]

Suara.com - Selandia Baru atau New Zealand baru saja berbangga hati lantaran sudah 100 hari ditetapkan tidak adanya penularan kasus Covid-19 baru. Namun ternyata, di hari ke-102, terjadi penularan lokal baru.

Dikonfirmasi Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, ditemukan empat kasus baru di antara orang yang tidak bepergian atau melakukan kontak yang tidak diketahui.

Mengutip Live Science Rabu (12/8/2020), berita ini dikabarkan tepat 48 jam setelah Selandia Baru menandai tonggak sejarah berhasil melalui 100 hari tanpa penularan Covid-19.

Kasus baru ini ditemukan berada di satu rumah. Berawal dari pasien berusia 50-an yang pergi ke dokter usai merasakan gejala seperti Covid-19. Akhirnya enam anggota rumah tersebut juga ikut dites, dan tiga di antaranya dinyatakan positif.

Alhasil, Selandia Baru kembali mengaktifkan pembatasan mencegah penularan Covid-19 di beberapa negara bagian, khususnya di daerah kasus ditemukan.

Pembatasan seperti restoran, bar, toko akan tutup, begitu juga dengan sekolah, dan pertemuan yang dibatasi maksimal kurang dari 10 orang. Masyarakat juga hanya diizinkan keluar rumah hanya untuk kegiatan penting seperti berbelanja bahan makanan.

Pembatasan diberlakukan selama tiga hari sejak Rabu hingga Jumat mendatang

"Tiga hari ini akan memberi kami waktu untuk menilai situasi, mengumpulkan informasi, memastikan kami memiliki pelacakan kontak yang luas, sehingga kami dapat mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana kasus ini muncul," terang Ardern.

"Saya paham keadaan ini sulit diterima. Kami semua berharap tidak menemukan dalam posisi ini (bertemu pandemi) lagi. Tapi kami juga telah mempersiapkannya," sambungnya.

Sebelumnya, sejak Maret, Selandia Baru melakukan lockdown, langkah pencegahan yang ketat berhasil membuat negara itu bebas virus SARS CoV 2, karena hanya ada belasan kasus yang ditemukan.

Selanjutnya kehidupan di negara tersebut hampir berlangsung kembali normal, seperti masyarakatnya pergi berolahraga hingga makan di restoran tanpa menggunakan masker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 Meningkat, Selandia Baru dan Australia Tunda Travel Bubble

Kasus Covid-19 Meningkat, Selandia Baru dan Australia Tunda Travel Bubble

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2020 | 12:53 WIB

Update Corona Dunia: Selandia Baru Tandai 100 Hari Tanpa Ada Infeksi Baru

Update Corona Dunia: Selandia Baru Tandai 100 Hari Tanpa Ada Infeksi Baru

Health | Minggu, 09 Agustus 2020 | 10:59 WIB

Malaysia Berhasil Tekan Kasus Baru Covid-19, Bagaimana dengan Singapura?

Malaysia Berhasil Tekan Kasus Baru Covid-19, Bagaimana dengan Singapura?

Health | Selasa, 07 Juli 2020 | 20:45 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB