Melebihi Perkiraan, Virus Corona Bisa Menyebar Lebih dari 4 Meter

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Kamis, 13 Agustus 2020 | 11:11 WIB
Melebihi Perkiraan, Virus Corona Bisa Menyebar Lebih dari 4 Meter
Ilustrasi Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Enam kaki atau 2 meter adalah ukuran yang digunakan untuk pedoman jarak sosial Covid-19 saat ini. Namun studi dari tim ahli virologi di Universitas Florida menyebut bahwa virus sebenarnya dapat menyebar hingga 16 kaki atau 4 meter lebih dari orang yang terinfeksi.

Dilansir dari People, para peneliti fokus pada bagaimana virus bergerak di dalam ruangan dan menemukan bahwa virus dapat menyebar sejauh ini melalui tetesan kecil yang disebut aerosol.

"Kita berbicara tentang virus yang terdapat dalam tetesan yang sangat kecil yang kita sebut aerosol yang dapat melakukan perjalanan lebih jauh di udara dan tetap di udara selama beberapa menit sampai beberapa jam pada suatu waktu," kata Linsey Marr, seorang warga sipil dan profesor teknik lingkungan di Virginia Tech yang mempelajari bagaimana virus menyebar di udara, mengatakan kepada CBS News.

Studi baru melibatkan analisis sampel udara di ruang rumah sakit dan menggunakan uap air untuk memperbesar aerosol, sehingga dapat dengan mudah dikumpulkan dari udara.

Ilustrasi lelaki menderita batuk tak kunjung sembuh. (Shutterstock)
Ilustrasi lelaki menderita batuk tak kunjung sembuh. (Shutterstock)

"Setelah kami mengetahui bahwa virus ditularkan melalui aerosol, kami kemudian dapat mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya dan mengurangi risiko itu," kata Marr.

Meskipun studi tersebut belum melalui peer-review, Robyn Schofield, seorang ahli kimia atmosfer di Universitas Melbourne di Australia yang mempelajari aerosol di atas lautan, mengatakan kepada The New York Times bahwa dia "terkesan" dengan metodologi tersebut.

"Ini teknik pengukuran yang sangat pintar," katanya.

Schofield pun menambahkan bahwa temuan itu tidak sejalan dengan pedoman jarak sosial enam kaki yang diminta banyak orang untuk diikuti. Menurutnya, pedoman tersebut "menyesatkan", karena orang mengira mereka merasa aman di dalam ruangan padahal sebenarnya tidak.

Sebuah studi serupa menemukan bahwa berbicara pada tingkat normal menghasilkan tetesan yang tetap di udara setidaknya selama delapan menit , sementara berbicara keras mengeluarkan lebih banyak tetesan.

Studi di PNAS pada Mei dari para peneliti di Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal dan Universitas Pennsylvania dan diterbitkan dalam jurnal peer-review, menggunakan cahaya laser untuk melihat berapa banyak tetesan yang menggantung di udara setelah berbicara.

"Pengamatan hamburan sinar laser yang sangat sensitif telah mengungkapkan bahwa ucapan keras dapat memancarkan ribuan tetesan cairan oral per detik," tulis para peneliti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekolah Dibuka, Ratusan Siswa dan Puluhan Guru Positif Corona

Sekolah Dibuka, Ratusan Siswa dan Puluhan Guru Positif Corona

News | Kamis, 13 Agustus 2020 | 10:52 WIB

Pemerintah Tawarkan Beasiswa Untuk Dokter Umum dan 4 Berita Hits Lainnya

Pemerintah Tawarkan Beasiswa Untuk Dokter Umum dan 4 Berita Hits Lainnya

Health | Kamis, 13 Agustus 2020 | 10:49 WIB

Corona Makin Menggila di Papua, 289 Pelajar Dinyatakan Positif Terjangkit

Corona Makin Menggila di Papua, 289 Pelajar Dinyatakan Positif Terjangkit

News | Kamis, 13 Agustus 2020 | 10:47 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB