Jantung Perempuan Berdetak Lebih Cepat Daripada Laki-laki, Apa Sebabnya?

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 13 Agustus 2020 | 14:50 WIB
Jantung Perempuan Berdetak Lebih Cepat Daripada Laki-laki, Apa Sebabnya?
Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).

Suara.com - Detak jantung perempuan ternyata 1,7 hingga 2,3 jam lebih cepat daripada detak jantung laki-laki. Hal itu terungkap sebagaimana hasil penelitian di Kanada.

Mengutip Daily Mail, Kamis (13/8), jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences mencatat, detak jantung yang lebih cepat bisa berarti bahwa perempuan cenderung merasa lebih cepat lelah di malam hari dibandingkan lelaki.

Jantung perempuan memiliki ukuran lebih kecil 2/3 dari ukuran jantung laki-laki, dengan berat rata-rata 120 gram. Sedangkan berat jantung lelaki memiliki berat rata-rata 180 gram.

Namun karena karena ukurannya yang lebih kecil, jantung perempuan akan berdetak sedikit lebih cepat untuk menyesuaikan ukurannya. 

Di saat jantung lelaki dewasa berdetak 70 hingga 72 kali per menit, detak jantung perempuan dewasa berdenyut 78 hingga 82 kali per menit. 

Meski berdetak lebih cepat, hal ini tidak akan memengaruhi kesehatan jantung perempuan, memengaruhi kehidupan sehari-hari, juga tidak memicu penyakit tertentu.

"Ini mungkin terjadi karena banyak hal, seperti ukuran tubuh, ukuran jantung, dan hormon," jelas Konsultan Ahli Jantung Miles Behan yanh berpraktik di Edinburgh Royal Infirmary.

Menurut Dr Adam Taylor Dosen Senior Anatomi Lancaster University Medical School, hal itu juga terkait dengan hormon seks atau estrogen pada perempuan yang lebih banyak dibanding laki-laki.

Hormon tersebut juga merupakan hormon yang penting saat perempuan mengandung, melahirkan dan menyusui anaknya kelak.

Selain itu, hormon seks juga bisa memengaruhi kesehatan seseorang termasuk hal sedetail kecepatan rambut bertumbuh, seberapa cepat mata berkedip, hingga kecepatan tubuh mencerna makanan dan alkohol.

Jika detak jantung perempuan lebih cepat dari laki-laki, maka pencernaan tubuh perempuan lebih lambat dari lawannya.

Tubuh perempuan membutuhkan seperlima lebih lama dalam memproses makanan dibanding laki-laki seperti diungkap ahli gastroenterologi.

Itu terjadi  karena perempuan punya perut yang lebih kecil dan menghasilkan asam yang lebih sedikit dibandingkan perut laki-laki. 

Selain itu, laju pencernaan perempuan juga lebih lambat karena adanya hormon estrogen yang memberikan efek relaksasi di usus besar. Seperti diungkap studi American Clinical and Climatological Association.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tulus dan 4 Perempuan Inspiratif Kampanyekan Cantikmu Siap Hadapi Dunia

Tulus dan 4 Perempuan Inspiratif Kampanyekan Cantikmu Siap Hadapi Dunia

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2020 | 12:27 WIB

Baru Diungkap, Oscar Lawalata Putuskan Jadi Perempuan

Baru Diungkap, Oscar Lawalata Putuskan Jadi Perempuan

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2020 | 11:53 WIB

Memperburuk Kondisi, Stres dan Amarah Perlu Dihindari Pasien Gagal Jantung

Memperburuk Kondisi, Stres dan Amarah Perlu Dihindari Pasien Gagal Jantung

Health | Kamis, 13 Agustus 2020 | 09:57 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB