Kopi Disebut Bisa Turunkan Risiko Bunuh Diri, Mitos atau Fakta?

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 09:38 WIB
Kopi Disebut Bisa Turunkan Risiko Bunuh Diri, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Perdebatan tentang manfaat dan risiko mengonsumsi kopi masih terus berlangsung hingga hari ini. Tapi, dalam studi terbaru oleh Harvard School of Public Health, dikatakan bahwa minum beberapa cangkir kopi setiap hari dapat mengurangi risiko bunuh diri sekitar 50 persen. Ini berlaku untuk pria dan perempan.

Studi ini dipublikasikan secara online pada 2 Juli di The World Journal of Biological Psychiatry. Menurut Harvard Gazette, studi tersebut dilakukan dengan meninjau tiga kelompok besar data yang dikumpulkan di AS dalam jangka waktu 20 tahun.

Adapun mereka yang ikut penelitian ini antara lain, 43.599 laki-laki yang terdaftar dalam Health Professionals Follow-Up Study (HPFS) (1988–2008), 73.820 perempuan di Nurses 'Health Study (NHS) (1992-2008), dan 91.005 perempuan di Nurses 'Health Study II (NHSII) (1993-2007). Demikian dilansir dari World of Buzz. 

Para penulis penelitian menemukan bahwa orang dewasa yang minum dua hingga empat cangkir kopi berkafein dalam sehari memiliki risiko bunuh diri yang lebih rendah (sekitar 50 persen) dibandingkan dengan rekan mereka yang minum kopi tanpa kafein atau sangat sedikit atau tidak ada kopi.

Ilustrasi kopi (shutterstock)
Ilustrasi kopi (shutterstock)

Peneliti utama percaya bahwa kafein adalah elemen di balik efek ini. Lebih lanjut mereka menjelaskan bahwa kafein merangsang sistem saraf pusat dan dapat bertindak sebagai antidepresan ringan. Caranya, dengan meningkatkan produksi neurotransmiter tertentu di otak, termasuk serotonin, dopamin, dan noradrenalin. Selain itu telah dilaporkan dalam penelitian sebelumnya bahwa peminum kopi memiliki risiko depresi yang lebih rendah.

Dalam data yang dianalisis, sumber utama kafein informan adalah kopi. Namun, para peneliti tidak merekomendasikan orang dewasa yang depresi untuk meningkatkan asupan kafein mereka. Ini karena kebanyakan orang menyesuaikan asupan kafein agar sesuai dengan mereka dan peningkatan tersebut dapat mengakibatkan beberapa efek samping yang tidak menyenangkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI