Ingin Terhindar dari Kematian Dini? Konsumsi Protein Nabati, yuk!

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Minggu, 16 Agustus 2020 | 16:00 WIB
Ingin Terhindar dari Kematian Dini? Konsumsi Protein Nabati, yuk!
Ilustrasi kacang-kacangan. (Shutterstock)

Suara.com - Makan makanan protein nabati dikaitkan dengan penurunan risiko kematian dini. Hal ini dilaporkan dalam sebuah ulasan yang terbit di jurnal BMJ. 

Jenis protein nabati bisa berupa polong-polongan, biji-bijian, hingga kacang-kacangan. Makan makanan tersebut terkait dengan penurunan risiko kematian dini sebanyak 5 persen. 

Melansir dari Everyday Health, para peneliti memeriksa 32 penelitian yang diterbitkan sebelumnya dengan jumlah 715.128 peserta.

Selama masa tindak lanjut dalam kurun waktu 3,5 sampai 32 tahun, terlihat ada 113.039 orang meninggal.

Setidaknya 16.429 orang meninggal akibat penyakit kardiovaskular dan 22.303 kematian akibat kanker.

Sajian kacang hitam. (Shutterstock)

Secara umum, orang dengan tingkat konsumsi protein tertinggi, kemungkinan mengalami kematian dini yang turun mencapai 6 persen. 

Tetapi sketika para peneliti melihat berbagai sumber protein secara terpisah, mereka hanya menemukan kaitan protein nabati dengan harapan hidup tinggi. Protein hewani tidak memiliki keterkaitan yang signifikan. 

Selain itu, orang yang mengonsumsi protein nabati paling banyak memiliki risiko kematian dini 12 persen lebih rendah akibat penyakit kardiovaskular.

"Orang harus mengonsumsi sumber protein yang sehat seperti kacang-kacangan dan biji-bijian sebagai pengganti daging merah dan daging olahan," kata penulis studi senior, Ahmad Esmaillzadeh, PhD, seorang profesor nutrisi di Tehran University of Medical Sciences di Iran. 

baca juga

"Perilaku makan sehat ini dapat membantu mengurangi risiko beberapa penyakit dan kematian dini," tambhanya. 

Ilustrasi Lansia (Shutterstock)
Ilustrasi Lansia (Shutterstock)

Salah satu batasan dari penelitian ini adalah sebagian besar peserta memberikan detail tentang makanan mereka hanya dalam satu titik waktu dan ada kemungkinan kebiasaan makan mereka berubah.

Selain itu, data diet dikumpulkan sebagian besar menggunakan buku harian makanan yang mengandalkan ingatan peserta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Sistem Kardiovaskular Sehat? Ganti Daging dengan Protein Nabati!

Ingin Sistem Kardiovaskular Sehat? Ganti Daging dengan Protein Nabati!

Health | Kamis, 13 Agustus 2020 | 10:33 WIB

Tak Makan Daging? Ini 17 Protein Nabati yang Bisa Kamu Andalkan

Tak Makan Daging? Ini 17 Protein Nabati yang Bisa Kamu Andalkan

Health | Rabu, 05 Agustus 2020 | 13:53 WIB

Zodiak Kesehatan 2 Agustus 2020: Cancer, Pilih Protein Nabati Hari Ini!

Zodiak Kesehatan 2 Agustus 2020: Cancer, Pilih Protein Nabati Hari Ini!

Health | Minggu, 02 Agustus 2020 | 07:15 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×