Benarkah Akupuntur Bisa Bantu Pasien Virus Corona? Ini Kata Peneliti

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 19 Agustus 2020 | 12:00 WIB
Benarkah Akupuntur Bisa Bantu Pasien Virus Corona? Ini Kata Peneliti
Ilustrasi akupuntur (shutterstock)

Suara.com - Saat ini belum ada vaksin atau obat yang disetujui untuk melawan virus corona Covid-19. Tapi, akupuntur dipercaya bisa menawarkan bantuan bagi pasien virus corona Covid-19.

Sebuah studi baru dari Harvard Medical School menemukan bahwa akupuntur bisa membantu meredakan peradangan pada tikus.

Praktik tradisional Tiongkok ini memengaruhi kemampuan hewan pengerat untuk mengatasi badai sitokin, yakni respons kekebalan yang terlalu agresif sampai menyebabkan peradangan paru-paru, pneumonia dan kematian pada beberapa pasien virus corona Covid-19.

Sekarang ini, sejumlah obat sedang diuji untuk mencoba dan memadamkan reaksi yang mematikan. Tapi, para peneliti Harvard mengatakan praktis tradisional Tiongkok tersebut bisa menjadi solusi di tengah pandemi virus corona Covid-19.

"Informasi ini menggembirakan. Hal yang sangat menyenangkan ketika studi Barat mendukung sistem pengobatan akupuntur kuno dan pengobatan tradisional Tiongkok," kata Sara Reznikoff, ahli akupuntur dikutip dari Fox News.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Di sisi lain, temuan mengenai akupuntur bisa membantu pasien virus corona Covid-19 juga bukan hal yang mengejutkan.

Sara Reznikoff mengatakan akupuntur sangat bagus untuk memicu kemampuan penyembuhan bawaan tubuh, membantu peradangan dan menenangkan sistem saraf.

"Saya telah melihat hasil yang luar biasa dalam praktis saya merawat pasien dengan gejala virus corona Covid-19. Saya senang akupuntur bisa dipertimbangkan sebagai metode melawan virus corona Covid-19," jelasnya.

Sementara temuan tersebut relevan, tapi metode akupuntur juga bisa memiliki implikasi lama setelah dunia pulih dari pandemi virus corona Covid-19.

Badai sitokin dalam tubuh telah menjadi perhatian utama sebagai komplikasi virus corona Covid-19 yang parah. Tetapi, reaksi kekebalan yang menyimpang ini bisa terjadi dalam infeksi apapun.

Kondisi ini biasanya disebut dokter sebagai ciri sepsis, kerusakan organ dan masalah kesehatan faktal lainnya. Badai sitokin juga juga termasuk resposn inflamasi terhadao infeksi.

Studi lain mendeskripsikan istilah badai sitokin ini memunculkan gambaran jelas dari sistem kekebalan yang kacau dan respons peradangan yang tidak terkendali.

Dalam studi baru, para peneliti menemukan bahwa tikus yang mengalami badai sitokin memiliki peluang bertahan hidup 40 persen lebih besar saat diobati dengan elektroakupuntur.

Selain itu, akupuntur juga bisa bekerja dengan baik sebagai praktik pencegahan. Tikus yang diobati dengan akupuntur sebelum mengembangkan badai sitokin mengalami tingkat peradangan yang lebih rendah dan tingkat kelangsungan hidupnya meningkat dari 20 menjadi 80 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bedakan Batuk Biasa dengan Virus Corona Covid-19, Begini Caranya

Bedakan Batuk Biasa dengan Virus Corona Covid-19, Begini Caranya

Health | Rabu, 19 Agustus 2020 | 11:07 WIB

Hakim Positif Corona, PN Jakarta Pusat Tetap Gelar Sidang Seperti Biasa

Hakim Positif Corona, PN Jakarta Pusat Tetap Gelar Sidang Seperti Biasa

News | Rabu, 19 Agustus 2020 | 10:41 WIB

Virus Corona Covid-19 Sebabkan Diabetes Tipe 1 pada Anak-Anak, Benarkah?

Virus Corona Covid-19 Sebabkan Diabetes Tipe 1 pada Anak-Anak, Benarkah?

Health | Rabu, 19 Agustus 2020 | 11:13 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB