4 Hal Ini Buktikan Bahwa Menyusui Berkontribusi Baik Bagi Lingkungan

Risna Halidi | Suara.com

Rabu, 19 Agustus 2020 | 17:38 WIB
4 Hal Ini Buktikan Bahwa Menyusui Berkontribusi Baik Bagi Lingkungan
Ilustrasi ibu menyusui. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - ASI atau air susu ibu merupakan makanan yang memiliki semua hal yang dibutuhkan tubuh bayi. ASI sendiri merupakan perpaduan sempurna antara kalori, nutrisi, dan antibodi.

Selain bermanfaat bagi anak, menyusui juga memiliki manfaat bagi ibu antara lain menurunkan risiko angka kanker payudara dan kanker ovarium pada perempuan. Selain itu, banyak pula bukti medis yang mengaitkan menyusui dengan minimnya risiko anak mengalami masalah kesehatan serius jangka panjang seperti obesitas, serta membantu perkembangan otak, dan mempererat ikatan antar ibu dan anak.

Namun dikutip Suara.com dari siaran pers Teman Bumil, Rabu (19/8), menyusui juga memiliki keuntungan lain yang sifatnya tak langsung.

Misal dari segi ekonomi, menyusui jelas-jelas lebih menguntungkan karena didapatkan dan diberikan secara gratis. Bahkan menyusui juge memiliki keuntungan untuk lingkungan karena berkontribusi besar melindungi kesehatan planet bumi secara keseluruhan.

Ilustrasi ibu menyusui. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi ibu menyusui. (Sumber: Shutterstock)

Memang apa sih hubungannya? Berikut beberapa poin yang mampu diwujudkan ketika ibu berkomitmen untuk menyusui anaknya!

1. Mengurangi produksi sampah
ASI hadir dalam kemasan paling ramah lingkungan karena tidak membutuhkan pengemasan, tidak menghabiskan sumber daya yang signifikan, serta meminimalkan produksi sampah.

2. Tidak menghasilkan emisi rumah kaca
Dari kegiatan sehari-hari, tanpa disadari menghasilkan gas rumah kaca (dioksida, nitrogen dioksida, metana, dan freon yang menyebabkan pemanasan global. Sementara, menyusui diproduksi secara efisien melalui simpanan lemak pada ibu, sehingga menjadi sumber makanan netral karbon.

3. Konservasi energi dan lahan
Dalam hal penggunaan energi, ASI diproduksi dan disalurkan langsung dari payudara dan diberikan pada bayi dengan suhu yang tepat. ASI juga tidak perlu disterilisasi karena dipastikan aman dan tepat untuk anak.

4. Setelah diproduksi, dapat langsung bisa dikonsumsi anak
Inilah yang membuat ASI tidak memiliki jarak makanan atau food miles. Karena, menyusui tidak memerlukan transportasi atau pemrosesan pabrik, sehingga anak dipastikan mendapatkan nutrisi yang segar dan berkualitas baik.

Namun perlu diingat, peran ASI untuk melindungi planet Bumi bukanlah pesan yang hanya ditujukan kepada perempuan secara individu.

Pesan ini juga ditujukan kepada mereka yang memiliki kekuatan untuk membuat perubahan. Karena tentu saja, program ibu menyusui tetap membutuhkan dukungan pemerintah, seperti menyediakan tenaga profesional kesehatan yang lebih banyak, mengurangi jangkauan industri pengganti ASI, memastikan ruang publik dan tempat kerja memiliki kebijakan yang memungkinkan perempuan untuk menyusui, serta meningkatkan perlindungan maternitas bagi perempuan demi memenuhi kebutuhan bayi mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu, Begini Posisi Menyusui yang Benar

Ibu, Begini Posisi Menyusui yang Benar

Jatim | Kamis, 13 Agustus 2020 | 14:02 WIB

5 Hormon yang Bikin ASI Sumber Nutrisi Terbaik Bagi Bayi

5 Hormon yang Bikin ASI Sumber Nutrisi Terbaik Bagi Bayi

Jatim | Kamis, 13 Agustus 2020 | 07:00 WIB

Menyusui Bisa Jadi Metode Kontrasepsi Alami, Bagaimana Penjelasannya?

Menyusui Bisa Jadi Metode Kontrasepsi Alami, Bagaimana Penjelasannya?

Health | Rabu, 12 Agustus 2020 | 17:03 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB