Sindrom Peradangan Langka Terkait Covid-19 Bisa Mengubah Kekebalan Anak

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 19 Agustus 2020 | 17:56 WIB
Sindrom Peradangan Langka Terkait Covid-19 Bisa Mengubah Kekebalan Anak
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

Suara.com - Para peneliti mengungkapkan bahwa anak-anak mengalami perubahan sistem kekebalan tubuh akibat sindrom peradangan langka terkait Covid-19. Peradangan langka pada anak-anak ini disebut dengan  sindrom multisistem inflamasi pediatrik (PIMS-TS).

Melansir dari Medical Xpreess, PIMS-TS adalah sindrom langka yang muncul pada sejumlah kecil anak selama pandemi Covid-19. Kondisi tersebut menyebabkan peradangan parah pada pembuluh darah dan dapat menyebabkan kerusakan jantung.

Tim peneliti dari Rumah Sakit Anak Evelina London dan King's College London menganalisis sampel darah dari 25 anak yang menderita PIMS-TS dan membandingkannya dengan anak-anak yang sehat. 

Studi tersebut telah diterbitkan di Nature Medicine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap akut PIMS-TS membuat anak-anak meningkatkan kadar molekul yang disebut sitokin dan mengurangi kadar sel darah putih yang disebut limfosit.

Mereka melihat bahwa pada saat anak-anak pulih, perubahan sistem kekebalan berangsur-angsur kembali normal. Namun, peneliti menegaskan bahwa PIMS-TS memengaruhi tubuh dengan cara yang berbeda dengan kondisi lain.

Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Shankar-Hari di Sekolah Ilmu Imunologi dan Mikroba King's College London ini bekerja untuk memahami perubahan sistem kekebalan yang mendasari kondisi baru ini.

"PIMS-TS adalah sindrom baru. Penelitian kami telah memberikan gambaran pertama tentang perubahan sistem kekebalan yang mendalam pada anak-anak dengan penyakit baru ini," kata Shankar-Hari.

"Perubahan kekebalan ini kompleks. Sel kekebalan bawaan atau dikenal sebagai respons cepat anak dengan penyakit ini akan aktif. Sementara limfosit, jenis sel darah putih tertentu yang terlibat dalam kekebalan pelindung tertentu malah habis, tetapi juga aktif melawan infeksi," imbuahnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPOM Nyatakan Uji Klinik Obat Covid-19 Belum Valid

BPOM Nyatakan Uji Klinik Obat Covid-19 Belum Valid

Foto | Rabu, 19 Agustus 2020 | 16:39 WIB

15 Hari Dirawat, Ibu dari Dokter Jantung Ini Sempat 10 Jam Tak Dapat Kamar

15 Hari Dirawat, Ibu dari Dokter Jantung Ini Sempat 10 Jam Tak Dapat Kamar

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2020 | 16:50 WIB

Hiburan Malam Digelar Lagi di Wuhan, Berdesakan dan Tidak Kenakan Masker

Hiburan Malam Digelar Lagi di Wuhan, Berdesakan dan Tidak Kenakan Masker

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2020 | 16:55 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB