Kasihan, Bayi Ini Lahir dengan Tumor 1,5 Kali Ukuran Tubuhnya

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 20 Agustus 2020 | 05:05 WIB
Kasihan, Bayi Ini Lahir dengan Tumor 1,5 Kali Ukuran Tubuhnya
Ilustrasi bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang bayi perempuan yang baru lahir memiliki tumor dengan ukuran satu setengah kali lebih besar dari tubuhnya.

Tumor itu sebenarnya sudah diketahui sejak masih dalam kandungan. Namun orangtua si bayi, Lenai dan Matt Schier menolak untuk lakukan aborsi.

Tumor ditemukan tumbuh dari tulang ekor putri mereka saat USG usia kehamilan 20 minggu pada Mei 2019. Beratnya si bayi tak sampai satu kilogram ketika dia lahir dua bulan kemudian.

Awalnya, dokter tidak dapat memastikan dengan pasti apa benjolan itu, tetapi mereka memberi tahu pasangan tersebut bahwa kemungkinan mengindikasikan spina bifida.

Lenai dan Matt kemudian diberi tahu bahwa janin mereka menderita sacrococcygeal teratoma (SCT), tumor cacat lahir langka yang terletak di dasar tulang ekor, atau tulang ekor.

Setelah melahirkan saat usia janin baru enam bulan melalui operasi caesar pada Juli 2019, putri mereka yang diberi nama Zalya menjalani operasi enam jam untuk mengangkat tumor jinak.

Awalnya, kehamilan kedua itu nampak nirmal hingga saat USG minggu ke-20 itu. Lenai segera dirujuk ke tim kehamilan berisiko tinggi untuk dipantau secara ketat, dan USG lebih lanjut mengungkap bahwa bayinya memiliki tumor tipe II, sebagian di antaranya berada di dalam tubuh Zalya.

Dokter memperingatkan Lenai dan Matt bahwa ada kemungkinan besar bayi mereka tak selamat. Hasil MRI janin menunjukkan bahwa tumor tidak memengaruhi organ bayi dan pasangan tersebut memutuskan untuk melanjutkan kehamilan.

"Selama dua hari itu, yang terpikir oleh saya adalah apakah ini terjadi karena saya tidak mengonsumsi vitamin kehamilan setiap hari atau tidak makan cukup sehat? Saya sangat takut bayi kami tidak akan bisa berjalan atau dia akan banyak sakit," cerita Lenai dikutip dari Mirror.

Lenai menjalani tiga kali USG ultrasound seminggu setelah Zalya mengalami anemia karena jantungnya tidak dapat menangani aliran darah ke tumor. Pada minggu ke-28, ketuban Lenai pecah saat dia di rumah sakit dan putrinya lahir pada Juli 2019.

Dalam beberapa hari, Zalya menjalani operasi untuk mengangkat tumor seberat 1,8 kg. Dia harus menjalani lima kali transfusi darah. Sementara Lenai harus menunggu sepuluh hari sebelum dia bisa memeluk Zalya, karena bayi mungil itu menjalani perawatan intensif neonatal (NICU).

"Saat kami menggendongnya untuk pertama kali, saya hanya ingat menangis. Saya hanya terkejut melihat betapa kecilnya dia dan bahwa SCT (tumor) lebih besar darinya. Kami melihat SCT di scan dan mereka akan selalu memberi tahu seberapa besar pertumbuhannya," tuyr Lenai.

Setelah 57 hari dirawat di rumah sakit di Adelaide, Australia, mereka diizinkan pulang.

"Aku merasa meskipun Zalya sudah berusia lima bulan saat kami pulang, baru saat itulah dia memulai hidupnya. Saat itu, kami akhirnya membawa pulang bayi kami yang baru lahir," ucap Lenai.

Tumor Zalya dinyatakan tidak berbahaya sehingga dia tidak mengalami kerusakan jangka panjang pada organnya dan tetap tumbuh seperti anak normal. Meskipun dia belum bisa berjalan atau merangkak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Wangi dan Terasa Lembut di Kulit, Bedak Bayi Berisiko Ganggu Paru-paru Nanti

Bikin Wangi dan Terasa Lembut di Kulit, Bedak Bayi Berisiko Ganggu Paru-paru Nanti

Your Say | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:55 WIB

Lewatkan Suntik Vitamin K Setelah Lahir, Bayi Ini Alami Kebocoran Otak Permanen

Lewatkan Suntik Vitamin K Setelah Lahir, Bayi Ini Alami Kebocoran Otak Permanen

Entertainment | Kamis, 19 Maret 2026 | 18:30 WIB

Promo Indomaret 14-23 Maret 2026: Popok Bayi, Body Care, dan Camilan Diskon Besar

Promo Indomaret 14-23 Maret 2026: Popok Bayi, Body Care, dan Camilan Diskon Besar

Lifestyle | Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:33 WIB

Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini

Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini

Health | Rabu, 11 Maret 2026 | 07:03 WIB

Ibu Ngamuk Bawa Massa Geruduk RS yang Diduga Malpraktik pada Bayinya, Tuntut Ganti Rugi Rp500 Juta

Ibu Ngamuk Bawa Massa Geruduk RS yang Diduga Malpraktik pada Bayinya, Tuntut Ganti Rugi Rp500 Juta

Entertainment | Senin, 09 Maret 2026 | 13:19 WIB

Derita Lahir di Balik Jeruji: Film Invisible Hopes Jadi Pengingat di Momen International Womens Day

Derita Lahir di Balik Jeruji: Film Invisible Hopes Jadi Pengingat di Momen International Womens Day

Your Say | Minggu, 08 Maret 2026 | 12:22 WIB

Waspada! 5 Gejala Awal Campak pada Bayi yang Sering Dikira Cuma Flu Biasa

Waspada! 5 Gejala Awal Campak pada Bayi yang Sering Dikira Cuma Flu Biasa

Lifestyle | Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:56 WIB

Viral Nakes Girang Pindahkan 'Bayi Jelek'

Viral Nakes Girang Pindahkan 'Bayi Jelek'

Entertainment | Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:01 WIB

Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya

Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya

Health | Rabu, 04 Maret 2026 | 06:15 WIB

Di Balik Jerat Jual Beli Bayi: Kerentanan Ibu, Jebakan Medsos, dan Lenyapnya Hak Anak

Di Balik Jerat Jual Beli Bayi: Kerentanan Ibu, Jebakan Medsos, dan Lenyapnya Hak Anak

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:35 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB