Ada Risiko Penularan Covid-19, Ke Toilet Umum Wajib Pakai Masker

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 20 Agustus 2020 | 18:05 WIB
Ada Risiko Penularan Covid-19, Ke Toilet Umum Wajib Pakai Masker
Ilustrasi toilet. (Sumber: shutterstock)

Suara.com - Menggunakan toilet umum tidak dapat dihindari saat ini. Tetapi itu juga berarti Anda harus berbagi bilik toilet yang sama dengan ratusan orang setiap hari.

Akibatnya, masyarakat disarankan untuk memakai masker saat menggunakan toilet umum karena penelitian terbaru menemukan bahwa menyiram toilet melepaskan partikel halus ke udara yang membuat orang berisiko tertular Covid-19 di toilet umum.

Menurut sekelompok peneliti China dari Universitas Yangzhou, lebih dari 57 persen partikel terdeteksi di lingkungan toilet. Karena itu, seorang peneliti dalam studi yang diterbitkan dalam Physics of Fluids menyarankan bahwa memakai masker wajah harus diwajibkan di toilet umum selama pandemi dan aspek distribusi tetesan harus ditingkatkan untuk mengekang penyebaran Covid-19,

Ilustrasi menggunakan masker di tempat umum.[Pexels/Anna Shvets]
Ilustrasi menggunakan masker di tempat umum.[Pexels/Anna Shvets]

Dilansir dari Wordlofbuzz, peneliti Universitas Yangzhou Dr Ji-Xiang menyarankan masyarakat untuk lebih waspada agar tidak tertular di toilet umum. Ini termasuk menurunkan tutup toilet terlebih dahulu sebelum disiram.

Studi lain yang dirilis oleh Departemen Arsitektur dan Teknik Sipil City University di Hong Kong telah mengkonfirmasi bahwa ketika Anda menyiram toilet tanpa menutup tutupnya, partikel dari kotoran dan urin di dalam mangkuk akan hampir tersebar di mana-mana di kamar mandi.

Hal itu termasuk sikat gigi, tetapi mereka juga menambahkan bahwa menyiram toilet dengan tutupnya mengarah ke pelepasan hingga 80.000 tetesan yang tercemar dan membiarkannya melayang satu meter di udara selama berjam-jam.

Studi tersebut menunjukkan bahwa pembilasan juga dapat menyebabkan partikel bakteri yang lebih kecil terbawa udara dan ini ditularkan ke daerah sekitarnya melalui tetesan yang dihasilkan dalam pembilasan. Ini berarti partikel yang lebih kecil seperti virus korona yang mematikan dapat menyebar melalui partikel air ini, lapor SCMP.

Sebelumnya, peneliti di China menemukan virus corona bisa menyebar melalui kotoran manusia. Studi tersebut menunjukkan bahwa pemahaman tentang penyebab penyebaran Covid-19 masih belum komprehensif dan memerlukan studi lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Temukan Kaitan Covid-19 dan Diabetes Tipe 1 Pada Anak

Studi Temukan Kaitan Covid-19 dan Diabetes Tipe 1 Pada Anak

Health | Kamis, 20 Agustus 2020 | 14:55 WIB

Peneliti Kembali Temukan Obat Potensial untuk Pengobatan Covid-19

Peneliti Kembali Temukan Obat Potensial untuk Pengobatan Covid-19

Health | Kamis, 20 Agustus 2020 | 14:40 WIB

Media Asing Soroti Kegagapan Pemerintah Indonesia Tangani Covid-19

Media Asing Soroti Kegagapan Pemerintah Indonesia Tangani Covid-19

News | Kamis, 20 Agustus 2020 | 14:37 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB