Peneliti Temukan Varian Baru Virus Corona, Infeksinya Lebih Ringan

Bimo Aria Fundrika

Sabtu, 22 Agustus 2020 | 16:55 WIB
Peneliti Temukan Varian Baru Virus Corona, Infeksinya Lebih Ringan
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Para peneliti dari National Center for Infectious Diseases (NCID), Duke-NUS Medical School dan Agency for Science, Technology and Research di Singapura baru-baru ini menemukan varian baru untuk Covid-19.

Dalam temuan itu, varian baru tersebut menyebabkan infeksi yang lebih ringan. Tim di balik penemuan tersebut mempublikasikan studi mereka di jurnal medis The Lancet.

Dilansir dari World of Buzz, dari penelitian tersebut, ditemukan, bahwa pasien yang terinfeksi varian baru mengalami hasil klinis yang lebih baik. Mereka memiliki proporsi yang lebih rendah dalam mengembangkan oksigen darah rendah atau kebutuhan perawatan intensif.

Studi tersebut juga menemukan bahwa varian tersebut menyebabkan respons imun yang lebih kuat.

Penampakan Virus Corona baru atau COVID-19 [NIAID flickr].
Penampakan Virus Corona baru atau COVID-19 [NIAID flickr].

"Studi ini memberikan data meyakinkan pertama yang menunjukkan bahwa perubahan genetik yang diamati (mutasi) pada SARS-CoV-2 telah memengaruhi tingkat keparahan penyakit pada pasien," kata Gavin Smith dari Duke-NUS menjelaskan,

Para peneliti juga menjelaskan bahwa temuan tersebut dapat mempengaruhi pengembangan vaksin sekaligus pengobatan untuk Covid-19.

Sebelumnya, ada beberapa saran bahwa Covid-19 telah melemah dari waktu ke waktu, berpotensi menjadi kurang mematikan.

Saran itu pertama kali muncul pada Juni, ketika seorang dokter di Italia - yang merupakan salah satu negara yang paling terpukul di Eropa awal tahun ini - menyatakan pendapat bahwa virus dapat mati dengan sendirinya, sehingga tidak memerlukan vaksin.

Prof Matteo Bassetti mengatakan kepada Sunday Telegraph, virus Corona Covid-19 seperti harimau agresif di bulan Maret dan April, tetapi sekarang dia seperti kucing liar. Pemeriksaan suhu kini menjadi hal biasa.

baca juga

"Bahkan pasien lansia, berusia 80 atau 90 tahun, sekarang duduk di tempat tidur dan bernapas tanpa bantuan. Pasien yang sama akan meninggal dalam dua atau tiga hari sebelumnya," ujar dia

Tenaga medis Italia lainnya, Dr Alberto Zangrillo, Kepala Rumah Sakit San Raffaele Milan, mengatakan pada Juni bahwa virus telah menjadi' jauh tidak lebih mematikan dan tidak ada lagi secara klinis 'di Italia

Namun klaim ini telah dibantah oleh ahli lain. Dr Angela Rasmussen dari Universitas Columbia. Ia mengatakan bahwa tidak ada bukti virus kehilangan potensi di mana pun.

Sementara itu, Dr Oscar MacLean dari Universitas Glasgow menambahkan, "Meskipun pelemahan virus melalui mutasi secara teoritis dimungkinkan, itu bukan sesuatu yang kita harus berharap, dan klaim apa pun seperti ini perlu diverifikasi dengan cara yang lebih sistematis."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Penyebaran Covid-19, Bernyanyi Tidak Lebih Berisiko Ketimbang Bicara

Soal Penyebaran Covid-19, Bernyanyi Tidak Lebih Berisiko Ketimbang Bicara

Health | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 15:32 WIB

Diduga Tak Berizin, Polisi Panggil Panitia Penyelenggara Seni di Surabaya

Diduga Tak Berizin, Polisi Panggil Panitia Penyelenggara Seni di Surabaya

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 14:40 WIB

Telemedicine Bisa Jadi Upaya Putus Penularan Covid-19, Bagaimana Caranya?

Telemedicine Bisa Jadi Upaya Putus Penularan Covid-19, Bagaimana Caranya?

Health | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 14:50 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×