Perhatikan, Ini Tanda Sistem Kekebalan Tubuh sedang Lemah

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Sabtu, 22 Agustus 2020 | 18:12 WIB
Perhatikan, Ini Tanda Sistem Kekebalan Tubuh sedang Lemah

Suara.com - Sistem kekebalan kini menjadi fokus banyak orang di tengah pandemi. Bagaimana tidak? Sistem kekebalan adalah perlindungan utama tubuh terhadap virus corona Covid-19.

Sistem kekebalan bekerja sepanjang waktu untuk membuat tubuh tetap sehat. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga kekebalan tubuh dengan makan sehat dan menjalani gaya hidup sehat.

Dilansir dari Times of India, ini empat tanda untuk mengetahui apakah sistem kekebalan tubuh sedang lemah.

1. Sering sakit dan butuh waktu lama untuk sembuh

Memiliki kekebalan tubuh yang lemah akan membuat tubuh sulit untuk menghilangkan bakteri, jamur, virus berbahaya. Akibatnya Anda menjadi lebih rentan terkena infeksi.

Menurut para ahli, jika Anda mengalami flu lebih dari tiga kali setahun dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih, itu merupakan indikasi bahwa sistem kekebalan Anda tidak berfungsi dengan baik.

Hal yang sama berlaku untuk semua jenis luka atau luka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

2. Merasa selalu lelah

Jika Anda merasa lelah bahkan setelah tidur lebih lama, itu bisa menjadi tanda bahwa sistem kekebalan Anda sedang menurun. Sistem kekebalan yang lemah membutuhkan lebih banyak energi daripada biasanya.

Tubuh membutuhkan lebih dari tingkat energi normal untuk terus melawan infeksi. Akibatnya, Anda mungkin merasa lelah sepanjang waktu.

3. Masalah perut

Jika Anda sering mengalami masalah perut seperti diare atau sembelit, itu bisa jadi pertanda Anda memiliki sistem kekebalan yang lemah. Menurut Universitas John Hopkins, sebagian besar sistem kekebalan kita terletak di usus.

Saluran gastrointestinal kita memiliki bakteri baik yang melepaskan antibodi untuk melawan infeksi. Dengan demikian, jika terjadi ketidakseimbangan pada bakteri usus, Anda akan lebih mudah tertular infeksi.

4. Sariawan

Sariawan bisa terjadi saat Anda menggigit lidah atau pipi Anda sendiri. Namun, seringnya sariawan bisa menjadi indikasi sistem kekebalan yang lemah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Simak! 3 Cara Pertahankan Kekebalan Tubuh di Hari Tua

Simak! 3 Cara Pertahankan Kekebalan Tubuh di Hari Tua

Health | Kamis, 20 Agustus 2020 | 08:30 WIB

Benarkah Kita Lebih Kebal Covid-19 Jika Sudah Terkena Flu Biasa?

Benarkah Kita Lebih Kebal Covid-19 Jika Sudah Terkena Flu Biasa?

Health | Selasa, 18 Agustus 2020 | 17:26 WIB

Harapan, Studi Melihat Kekebalan Abadi Muncul Usai Infeksi Covid-19 Ringan

Harapan, Studi Melihat Kekebalan Abadi Muncul Usai Infeksi Covid-19 Ringan

Health | Senin, 17 Agustus 2020 | 16:17 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB