Konsumsi 4 Bahan Alami ini Bisa Cegah Pembekuan Darah Pasien Covid-19

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 23 Agustus 2020 | 16:09 WIB
Konsumsi 4 Bahan Alami ini Bisa Cegah Pembekuan Darah Pasien Covid-19
Ilustrasi pasien Covid-19 kritis [Shutterstock].

Suara.com - Infeksi virus corona dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk pembekuan darah pada sebagian besar pasien yang kritis. Kasus seperti ini pertama kali ditemukan oleh dokter dari Kota New York dan Paris.

Karenanya, dokter menyarankan terapi antikoagulan (pengobatan dengan pengencer darah) untuk pasien Covid-19 yang kritis.

Menurut peneliti yang menerbitkan artikel dalam jurnal Circulation berhipotesis bahwa koagulasi atau penggumpalan darah terjadi karena reaksi dari dua sel, teutrofil (sejenis sel kekebalan) dan trombosit (sel yang bertanggung jawab untuk pembekuan), dalam kadar yang tinggi.

Perawatan di rumah sangat penting bagi pasien Covid-19 setelah dipulangkan dari rumah sakit. Terutama bagi mereka yang mengalami komplikasi terkait pembekuan darah.

Anggota keluarga perlu hati-hati dengan kondisi ini jika dokter menyarankan pasien menghentikan obat pengencer darah di rumah.

Ilustrasi pembekuan darah (Freepik/sci8indy)
Ilustrasi pembekuan darah (Freepik/sci8indy)

Diskusikan dengan dokter beberapa bahan alami yang dapat dikonsumsi untuk membantu mengencerkan darah. Dilansir The Health Site, berikut beberapa opsi yang bisa dicoba:

1. Kunyit

Senyawa kurkumin, polifenol, dapat menghalangi enzim tertentu yang bertanggung jawab untuk pembekuan darah.

2. Cabe rawit

Kandungannya sarat dengan pengencer darah alami, yaitu salisilat. Beberapa penelitian menemukan senyawa ini membantu menangani trombosis, kondisi yang ditandai dengan pembekuan pembuluh darah.

3. Kayu manis

Unsur yang dikenal sebagai coumarin dapat bertindak sebagai antikoagulan yang kuat. Faktanya, kayu manis menjadi bahan pembuatan obat pengencer darah seperti warfarin.

Bawang Putih (shutterstock)
Bawang Putih (shutterstock)

4. Bawang putih

Bahan dapur ini terbukti efektif melawan trombosis. Bahkan, para ahli menyarankan untuk mengonsumsi bawang putih secara rutin jika sedang menderita kondisi ini.

Selain itu, penelitian menunjukkan mengonsumsi ekstrak bawang putih bersama warfarin atau obat antikoagulasi oral lainnya aman. Namun, harus dipantau oleh ahli jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Bisa Picu Pembekuan Darah, Bagaimana Risikonya pada Wanita?

Virus Corona Bisa Picu Pembekuan Darah, Bagaimana Risikonya pada Wanita?

Health | Senin, 03 Agustus 2020 | 12:03 WIB

Studi: Virus Corona Sebabkan Pembekuan Darah, Bisa Berujung Amputasi!

Studi: Virus Corona Sebabkan Pembekuan Darah, Bisa Berujung Amputasi!

Health | Jum'at, 17 Juli 2020 | 11:19 WIB

Hasil Autopsi Pasien Covid-19 Meninggal, Semua Alami Pembekuan Darah

Hasil Autopsi Pasien Covid-19 Meninggal, Semua Alami Pembekuan Darah

Health | Rabu, 15 Juli 2020 | 10:29 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB