Bisa Memicu Serangan, Ini Alasan Penderita Asma Harus Hindari Asap Rokok

Senin, 24 Agustus 2020 | 06:00 WIB
Bisa Memicu Serangan, Ini Alasan Penderita Asma Harus Hindari Asap Rokok
Ilustrasi merokok.[Unsplash/Irina Iriser]

Suara.com - Secara umum, asap dari rokok, baik tembakau maupun eletronik, sangat membahayakan kesehatan. Terlebih bagi penderita asma, asap tembakau merupakan pemicu kuat gejalanya.

Saat seseorang mengirup asap rokok, zat yang mengiritasi mengendap di lapisan lembab saluran udara. Zat tersebut dapat menyebabkan serangan pada penderita asma.

Selain itu, asap tembakau merusak struktur seperti rambut kecil di saluran udara yang disebut silia. Fungsinya adalah untuk menyapu debu dan lendir dari saluran udara.

Ketika silia tidak bisa bekerja, kemungkinan debu dan lendir menumpuk di saluran udara. Hal ini dapat memicu serangan asma.

Menurut WebMD, menjadi perokok pasif atau yang mengirup asap dari rokok orang lain, kemungkinan lebih berbahaya daripada perokok sebenarnya.

Ilustrasi ibu hamil sesak napas karena asma. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi wanita sesak napas karena asma. (Sumber: Shutterstock)

Sebab, asap yang membakar ujung rokok mengandung lebih banyak zat berbahaya. Misalnya tar, karbon monoksida, nikotin, dan lainnya.

Ketika seorang penderita asma menjadi perokok pasif, mereka lebih mungkin mengalami mengi, batuk, dan sesak napas yang berkaitan dengan penyakitnya itu.

Berdasarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC US), asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, termasuk ratusan racun. Sekitar 70 di antaranya dapat menyebabkan kanker.

Inilah sebabnya seorang penderita asma harus menghindari paparan asap rokok orang lain.

Baca Juga: Anemia dan Asap Rokok, Faktor Penyebab Utama Bayi Mengalami Stunting

Asap rokok dan penderita asma anak-anak

Menjadi perokok pasif lebih berbahaya pada anak-anak penderita asma daripada penderita yang sudah dewasa.

Ketika seorang anak terpapar asap tembakau, paru-parunya menjadi teriritasi dan menghasilkan lebih banyak lendir dari biasanya.

Karena saluran udara anak-anak lebih kecil, efek sampingnya lebih cepat memengaruhi mereka sertai fungsi paru-parunya di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI