Kenali 2 Gejala Virus Corona yang Bertahan Lama, Bahkan Ada setelah Sembuh

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 24 Agustus 2020 | 14:44 WIB
Kenali 2 Gejala Virus Corona yang Bertahan Lama, Bahkan Ada setelah Sembuh
Ilustrasi kelelahan. [Shutterstock]

Suara.com - Virus corona Covid-19 terus memberikan fakta baru di tengah para ilmuwan. Penyakit ini juga disebut masih meninggalkan gejala bahkan saat virus telah sepenuhnya hilang.

Melansir dari Express, setidaknya ada dua macam gejala yang bertahan lama pada pasien, yakni kelelahan dan merasa linglung atau kebingungan.

Para dokter mengingatkan bahwa kedua gejala tersebut bisa berujung serius, yakni sondrom kelelahan kronis. Pasien yang mengalami kelelahan kronis atau myalgic encephalomyelitis bisa ambruk atau mengalami kelelahan ekstrem, bahkan saat melakukan aktivitas normal dan sederhana.

Orang-orang dengan sindrom kelelahan bisa merasa pusing atau lemah ketika berdiri terlalu cepat dan merasa kesulitan berpikir jernih. Bahkan, beberapa pasien bisa terbaring di tempat tidur selama beberapa hari atau minggu. Tidur dan istirahat cukup tetap tidak membantu bagi penderita sindrom ini.

Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

"Ada pembicaraan di komunitas medis tentang penyakit mirip sindrom kelelahan kronis yang bisa terjadi setelah virus corona," kata Dr. Nate Favini, pimpinan medis di Forward.

"Sayangnya, akan ada sekelompok kecil orang yang berpotensi mengalami kondisi ini dan gejalanya bisa berlangsung selama bertahun-tahun," imbuhnya.

Meskipun para peneliti baru mulai mempelajari hubungan antara kelelahan kronis dan virus corona baru penyebab Covid-19, mereka memiliki beberapa petunjuk masa lalu dari pasien SARS (infeksi virus corona lain) juga mengalami gejala tersebut. Tak hanya itu, sindrom kelelahan juga dapat dipicu oleh penyakit menular seperti penyakit Lyme atau virus Epstein-Barr.

Berdasarkan apa yang diketahui dokter selama ini, penggumpalan darah mungkin menjadi salah satu penyebab beberapa pasien COVID-19 merasa lelah. Respon imun yang agresif terhadap virus juga bisa memicu peradangan pada tubuh yang merusak jaringan sehat.

"Kami pikir sistem kekebalan dasar orang bisa memprediksi siapa yang akan mengalami kelelahan kronis," Dr Frances Williams, seorang ahli reumatologi dan profesor epidemiologi genom di King's College London.

Hubungan antara kelelahan kronis dan pasien Covid-19 memberikan peringatan tentang efek jangka panjang dari pandemi yang berpotensi menghancurkan sistem kesehatan secara umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Masyarakat Seoul Diminta Pakai Masker

Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Masyarakat Seoul Diminta Pakai Masker

Health | Senin, 24 Agustus 2020 | 13:05 WIB

Agar Pandemi Segera Berakhir, Negara Wajib Hilangkan Nasionalisasi Vaksin

Agar Pandemi Segera Berakhir, Negara Wajib Hilangkan Nasionalisasi Vaksin

Health | Senin, 24 Agustus 2020 | 13:00 WIB

Bisa Bertahan 21 Hari, Virus Corona Makin Banyak Ditemukan di Daging Beku

Bisa Bertahan 21 Hari, Virus Corona Makin Banyak Ditemukan di Daging Beku

Health | Senin, 24 Agustus 2020 | 12:59 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB