Sering Ketindihan? Ahli Bagikan Cara untuk Mengatasinya

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 25 Agustus 2020 | 12:02 WIB
Sering Ketindihan? Ahli Bagikan Cara untuk Mengatasinya
Ilustrasi seorang lelaki mengalami ketindihan. [Shutterstock]

Suara.com - Sebuah studi baru di jurnal Frontiers in Neurology melaporkan bahwa sekitar 20 persen orang di seluruh dunia sering mengalami sleep paralysis atau ketindihan

"Saya tahu secara langsung betapa menakutkannya sleep paralysis setelah mengalaminya sendiri berkali-kali," kata penulis studi pertama Baland Jalal, dari University of Cambridge di Inggris seperti yang dikutip dari Medical News Today.

Dilansir dari Insider, selama REM Sleep atau kondisi tidur yang ditandai dengan gerakan cepat dan acak dari mata, tubuh Anda menghentikan sebagian besar gerakan otot. Ini disebut REM sleep atonia dan ini dimaksudkan untuk membuat Anda tetap aman saat tidur.

"Tubuh melumpuhkan dirinya sendiri selama REM Sleep, jadi kita tidak memerankan mimpi kita dan melukai diri kita sendiri atau pasangan kita di dunia nyata," kata Nate Watson, MD, co-direktur University of Washington Medicine Sleep Center.

Sementara itu, ketindihan terjadi ketika Anda memasuki antonia tanpa berada dalam REM Sleep. Artinya, pikiran Anda masih sadar namun tubuh telah menghentikan sebagian besar gerakan otot, sehingga sulit digerakkan. Ketindihan sering kali merupakan hasil dari siklus tidur-bangun yang tidak teratur.

Tapi menurut Jalal, ketindihan bisa diatasi atau dikurangi intensitasnya dengan meditasi-relaksasi. Metode ini disebut bisa mengurangi risiko hingga 50 persen.

Ilustrasi ketindihan saat tidur (Shutterstock).
Ilustrasi ketindihan saat tidur (Shutterstock).

Dalam penelitiannya, Jalal membagikan berbagai cara untuk mengurangi ketindihan dengan meditasi relaksasi, antara lain: Pertama, cobalah untuk menilai kembali bahwa ketindihan dan halusinasi yang muncul dalam tidur Anda tidak berbahaya. Saat ketindihan dan mengalami hal menyeramkan, cobalah berpikir bahwa yang Anda alami tidak nyata.

Kedua, meyakinkan diri sendiri bahwa tidak ada alasan untuk takut. Kemudian sugesti bahwa ketakutan dan kekhawatiran selama ketindihan malah bisa memperpanjang durasi ketindihan itu sendiri.

Katiga, mengalihkan fokus pada seseorang, pengalaman, atau topik yang membuat bahagia. Keempat, kendurkan otot tanpa mencoba melakukan gerakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Diganggu Makhluk Mistis, Ketindihan Disebabkan Kondisi Tubuh Tertentu

Bukan Diganggu Makhluk Mistis, Ketindihan Disebabkan Kondisi Tubuh Tertentu

Health | Selasa, 30 Juni 2020 | 14:39 WIB

Benarkah Ketindihan Saat Tidur karena Ditindih Setan?

Benarkah Ketindihan Saat Tidur karena Ditindih Setan?

Your Say | Senin, 16 Desember 2019 | 15:01 WIB

Akui Overworked saat di 1D, Louis Tomlinson Sering Alami Sleep Paralysis

Akui Overworked saat di 1D, Louis Tomlinson Sering Alami Sleep Paralysis

Health | Selasa, 10 Desember 2019 | 09:22 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB