Bukan Diganggu Makhluk Mistis, Ketindihan Disebabkan Kondisi Tubuh Tertentu

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 30 Juni 2020 | 14:39 WIB
Bukan Diganggu Makhluk Mistis, Ketindihan Disebabkan Kondisi Tubuh Tertentu
Ilustrasi seorang lelaki mengalami ketindihan. [Shutterstock]

Suara.com - Ketindihan atau yang dikenal dengan sleep paralysis adalah kondisi tidak bisa bergerak saat tidur. Kondisi ini sering kali dikatikan dengan berbagai hal mistik di Indonesia, padahal ada penjelasan secara ilmiahnya. 

Dilansir dari Insider, selama REM Sleep atau kondisi tidur yang ditandai dengan gerakan cepat dan acak dari mata, tubuh Anda menghentikan sebagian besar gerakan otot. Ini disebut REM sleep atonia dan ini dimaksudkan untuk membuat Anda tetap aman saat Anda tidur. 

"Tubuh melumpuhkan dirinya sendiri selama REM Sleep, jadi kita tidak memerankan mimpi kita dan melukai diri kita sendiri atau pasangan kita di dunia nyara," kata Nate Watson, MD, co-direktur University of Washington Medicine Sleep Center.

Sementara itu, ketindihan terjadi ketika Anda memasuki antonia tanpa berada dalam REM Sleep. Artinya, pikiran Anda masih sadar namun tubuh telah menghentikan sebagian besar gerakan otot, sehingga sulit digerakkan.

Ketindihan seringkali merupakan hasil dari siklus tidur-bangun yang tidak teratur.

"Ketindihan dapat terjadi pada dua titik," kata Patricia Celan, MD, seorang psikiatri di Universitas Dalhousie di Nova Scotia, Kanada.

Kedua titik tersebut adalah ketindihan jenis hipnagogik atau predormital yang terjadi ketika tertidur dan hypnopompic atau postdormital yang terjadi ketika bangun tidur.

Ilustrasi ketindihan saat tidur (Shutterstock).
Ilustrasi ketindihan saat tidur (Shutterstock).

Melansir dari Insider, ada beberapa kondisi yang memengaruhi risiko seseorang mengalami ketindihan, yakni narkolepsi yang merupakan kondisi memengaruhi pengaturan siklus tidur-bangun yang sering terjadi bersamaan dengan ketindihan. Selain itu orang dengan gangguan tidur sleep apnea juga sering kali mengalami ketindihan. 

Faktor lain adalah jadwal tidur yang tidak teratur, orang dengan gangguan stres pasca-trauma (PTSD), stres, kelelahan, hingga faktor genetik. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Ketindihan Saat Tidur karena Ditindih Setan?

Benarkah Ketindihan Saat Tidur karena Ditindih Setan?

Your Say | Senin, 16 Desember 2019 | 15:01 WIB

Akui Overworked saat di 1D, Louis Tomlinson Sering Alami Sleep Paralysis

Akui Overworked saat di 1D, Louis Tomlinson Sering Alami Sleep Paralysis

Health | Selasa, 10 Desember 2019 | 09:22 WIB

Ketindihan: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ketindihan: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Tekno | Rabu, 30 Januari 2019 | 07:15 WIB

Terkini

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB