Jadi Obat Mujarab, Viagra Diklaim Bisa Menolong Pasien Kanker Usus Besar

Silfa Humairah Utami | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 26 Agustus 2020 | 20:00 WIB
Jadi Obat Mujarab, Viagra Diklaim Bisa Menolong Pasien Kanker Usus Besar
Ilustrasi Viagra. (Shutterstock)

Suara.com - Viagra, Levitra, dan Cialis, merupakan obat umum yang dikonsumsi bagi pria penderita disfungsi ereksi. Sebuah penelitian baru dari Swedia menunjukkan obat-obatan tersebut juga bisa membantu memperpanjang hidup pria yang menderita kanker usus besar.

Studi observasi yang terbit di Nature Communications menemukan risiko kematian dini menurun sebesar 18 persen di antara pasien kanker usus besar yang mengonsumsi obat disfungsi ereksi itu.

Penulis studi Wuqing Huang, Ph.D. mahasiswa di Universitas Lund, mengatakan bahwa obat penghambat enzim PDE5 tersebut memiliki potensi anti-kanker.

Studi ini dilakukan berdasarkan bukti praklinis yang sudah tersedia, yang mana obat penghambat enzim PDE5 dapat memperlambat pertumbuhan dan perkembangan tumor pada tikus.

“Kami mencoba mengeksplorasi ini menggunakan data medis dunia nyata di Swedia,” kata Huang, dilansir Fox News.

Ilustrasi viagra (Shutterstock)

Menggunakan database nasional, peneliti mengidentifikasi pria Swedia yang didiagnosis dengan kanker usus besar antara tahun 2005 dan 2014.

Tim peneliti menganalisis data pada lebih dari 11.300 pasien yang tidak mengonsumsi obat disfungsi ereksi, membandingkannya dengan sekitar 1.100 pasien yang meminum obat tersebut.

Setelah empat tahun menganalisis, 10 persen dari kelompok pengguna obat disfungsi ereksi meninggal karena kanker usus besar. Sedangkan tercatat ada 17,5 persen kematian pada kelompok yang tidak mengonsumsi obat itu.

Para peneliti mengatakan obat tersebut mungkin memiliki efek menguntungkan pada sistem kekebalan, mengingat operasi kanker dapat menekan imunitas pasien.

“Hasil penelitian kami menunjukkan kemampuan anti kanker dari penghambat PDE5 mungkin terkait dengan efek imunosupresif,” tulis mereka.

Meski demikian, masih terlalu dini untuk mengetahui apakah obat-obat tersebut akan bekerja untuk melawan kanker.

"Uji klinis acak diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan penelitian kami sebelum penghambat PDE5 dapat digunakan sebagai obat adjuvan untuk pria dengan kanker kolorektal," sambung mereka.

Mereka menambahkan, temuan ini harus ditafsirkan dengan hati-hati karena ini adalah studi observasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permintaan Terus Naik, Jamur 'Himalayan Viagra' Terancam Punah

Permintaan Terus Naik, Jamur 'Himalayan Viagra' Terancam Punah

News | Minggu, 12 Juli 2020 | 19:38 WIB

5 Efek Samping Viagra Jika Digunakan Tak Sesuai Aturan, Serem Banget!

5 Efek Samping Viagra Jika Digunakan Tak Sesuai Aturan, Serem Banget!

Health | Selasa, 14 April 2020 | 22:45 WIB

Akibat Penyakit Langka, Bocah 8 Tahun Ini Konsumsi Viagra

Akibat Penyakit Langka, Bocah 8 Tahun Ini Konsumsi Viagra

Health | Sabtu, 07 Maret 2020 | 07:30 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB