Meski Ada Infeksi Berulang Covid-19, Ilmuwan Sebut Tak Perlu Khawatir

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 27 Agustus 2020 | 14:32 WIB
Meski Ada Infeksi Berulang Covid-19, Ilmuwan Sebut Tak Perlu Khawatir
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Mantan pasien Covid-19 Hong Kong dipastikan kembali tertular setelah empat bulan sembuh. Pasien tersebut merupakan pasien pertama yang dikonfirmasi mengalami penularan berulang.

Melansir dari The Sun, pekerja TI berusia 33 tahun itu mengalami dua gejala infeksi yang berbeda. Pada infeksi pertama yang dikonfirmasi dengan swab pada 26 Maret, ia mengalami batuk, sakit kepala, dan demam.

Ia kemudian dinyatakan kembali terinfeksi sepulang dari Spanyol melalui Inggris pada 15 Agustus. Pada infeksi kedua, pria tersebut tidak memiliki gejala. Hal ini yang menunjukkan bahwa infeksi berulang mungkin lebih ringan daripada infeksi sebelumnya.

Kabar tersebut pun membuat kekhawatiran akan tidak bekerjanya sistem kekebalan tubuh pada infeksi berulang.

Namun beberapa ilmuwan yang terdiri dari Vasso Apostolopoulos, Professor Imunologi dari Victoria University, Magdalena Plebanski Professor Imunologi dari RMIT University, dan Maja Husaric, MD dari Universitas Victoria menyatakan bahwa infeksi berulang pada pasien Hong Kong tak perlu dikhawatirkan berlebih.

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Melansir dari Medical Xpress, para ilmuwan menyatakan bahwa sistem kekebalan orang Hong Kong tersebut tampaknya telah mengenali virus pada infeksi kedua.

Hal ini ditunjukkan dalam darah yang meningkatkan antibodi untuk melawannya. Terlepas dari mutasi, pria itu masih bisa memasang pertahanan yang baik melawan strain baru.

Antibodi biasanya bertahan di dalam darah selama kira-kira 120 hari setelah rangsangan seperti infeksi alami dengan virus atau injeksi dengan vaksin, tergantung penyakitnya. Baik sel B yang menghasilkan antibodi dan sel T yang membunuh sel terinfeksi akan menyusut seiring waktu setelah pulih.

Sementara itu, vaksin dapat menyebabkan respons kekebalan bertahan lebih lama. Jadi ketika tubuh mengalami infeksi untuk kedua kalinya, sel-sel memori merespons dengan cepat dan dalam jumlah yang tinggi.

Dengan begitu, tubuh lebih cepat dan kuat merespon infeksi kedua sehingga akan lebih kecil kemungkinannya untuk menginfeksi banyak sel.

Selain itu, para ilmuwan juga menekankan bahwa kembali terinfeksi belum tentu bisa menularkan. Ini tergantung pada beban virus dan kerentanan orang di sekitar mereka.

"Mungkin SARS-CoV-2 menjadi virus endemik, seperti banyak virus yang beredar di masyarakat. Tetapi selama ada diagnosa, vaksin, dan perawatan, kita  dapat terus hidup secara normal seperti yang kita lakukan dengan influenza," catat para ilmuwan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Syarat Kafe di Jakarta Live Akustik, Dilarang Joget hingga Undang Artis

Syarat Kafe di Jakarta Live Akustik, Dilarang Joget hingga Undang Artis

News | Kamis, 27 Agustus 2020 | 13:47 WIB

Viral! Petugas Covid-19 Dipaksa Warga Lepas APD saat Pemakaman Jenazah

Viral! Petugas Covid-19 Dipaksa Warga Lepas APD saat Pemakaman Jenazah

News | Kamis, 27 Agustus 2020 | 13:46 WIB

Deretan Alasan Tetap Optimistis, Vaksin Covid-19 Akan Tersedia pada 2021

Deretan Alasan Tetap Optimistis, Vaksin Covid-19 Akan Tersedia pada 2021

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2020 | 14:00 WIB

Terkini

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB