Array

Ahli: Risiko Kecelakaan Lebih Tinggi daripada Covid-19 pada Anak, Benarkah?

Senin, 31 Agustus 2020 | 11:40 WIB
Ahli: Risiko Kecelakaan Lebih Tinggi daripada Covid-19 pada Anak, Benarkah?
Anak sekolah memakai masker. (Shutterstock)

Suara.com - Anak-anak berisiko lebih besar mengalami cedera akibat kecelakaan mobil daripada jatuh sakit akibat virus corona. Hal ini dinyatakan oleh wakil kepala petugas medis Inggris, Jenny Harries. 

"Mencoba meyakinkan orang tua di Inggris bahwa aman untuk mengirim anak-anak mereka kembali ke sekolah pada bulan September," kata dokter Jenny Harries seperti yang dikutip dari Independent.

Menurutnya, risiko kesehatan anak-anak mengalami Covid-19 sangat kecil, lebih kecil daripada mengalami kecelakaan. 

“Tidak ada lingkungan yang sepenuhnya bebas risiko. Setiap kali orang tua mengirim anak ke sekolah sebelum Covid, mereka mungkin terlibat dalam kecelakaan lalu lintas jalan. Dan faktanya, risiko flu musiman menurut kami mungkin lebih tinggi daripada risiko Covid saat ini," imbuhnya. 

Menurut Harries, anak-anak sangat jarang terkena penyakit serius akibat Covid-19 hingga dirawat di rumah sakit. Harries juga menyatakan bahwa sekolah yang ditutup bisa berpeluang merusak perkembangan dan kesejahteraan anak jika mereka dijauhkan dari sekolah lebih lama.

"Kami tahu bahwa jika anak-anak ketinggalan pendidikan, terutama mereka yang berada di daerah yang lebih tertinggal, itu akan memiliki dampak negatif yang bertahan lama pada kesehatan dan kesempatan hidup mereka," kata Harries.

Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

Hal ini bertentangan dengan sebuah penelitian yang yang diterbitkan pada Journal of Pediatrics. Melansir dari Medical News Today, penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak memiliki viral load atau beban virus yang lebih tinggi dari orang dewasa yang dirawat di rumah sakit.

Dengan beban virus yang tinggi, maka anak-anak juga disebut dapat berkontribusi besar dalam penularan penyakit Covid-19.

"Saya tidak menyangka viral load begitu tinggi. Semua tindakan pencegahan yang diambil untuk merawat orang dewasa yang sakit parah, tetapi viral load pasien yang dirawat di rumah sakit ini secara signifikan lebih rendah daripada anak yang terlihat sehat," kata Dr. Lael Yonker, penulis utama studi tersebut.

Baca Juga: Pegawai KPK Kembali Bekerja dari Rumah Selama Tiga Hari Mendatang

Selain itu, dari anak-anak dengan Covid-19 yang dikonfirmasi Covid-19 hanya setengahnya yang mengalami demam dan lainnya hampir tanpa gejala. "Anak-anak tidak kebal dari infeksi ini," kata Dr. Alessio Fasano, penulis senior studi tersebut.

"Selama pandemi Covid-19, kita telah mencapai kesimpulan salah dan menyimpulkan bahwa yang terinfeksi adalah orang dewasa. Namun, hasil kami menunjukkan bahwa anak-anak tidak terlindungi dari virus ini," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI