alexametrics

Studi: Polusi Udara Bisa Sebabkan Kerontokan Rambut

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Studi: Polusi Udara Bisa Sebabkan Kerontokan Rambut
Ilustrasi rambut rontok. (Sumber: Shutterstock)

Sebuah studi menunjukkan bahwa partikel pada polusi udara bisa menyebabkan kerontokan rambut.

Suara.com - Penyabab kerontokan rambut memang belum diidentifikasikan secara pasti. Namun sebuah penelitian baru menunjukan bahwa kerontokkan rambut bisa dipicu oleh polusi udara. 

Melansir dari Medical News Today, sebuah penelitian soal kerontokan rambut dan polusi disusun oleh Hyuk Chul Kwon dari Future Science Research Center yang dipresentasikan oleh tim di Kongres Akademi Dermatologi dan Venereologi (EADV) Eropa ke-28.

Menurut penilitian tersebut, polusi udara bisa mengurangi protein pertumbuhan rambut. Partikulat atau partukel polusi tertentu memiliki efek tersendiri pada rambutkhususnya pada sel di dasar folikel rambut. Sel-sel ini disebut sel papilla dermal folikel manusia (HFDPCs).

Partikulat sendiri merupakan campuran partikel padat dan tetesan cairan kecil yang terbuat dari berbagai bahan kimia berbeda. Beberapa partikel ini menimbulkan risiko serius bagi kesehatan.

Baca Juga: Studi: Mi Instan Terbukti Tidak Mengandung Lilin Penyebab Kanker

Dalam penelitian ini, Kwon dan rekannya memaparkan HFDPC ke partikel debu dan solar mirip PM10.  Analisis mengungkapkan bahwa paparan PM10 dan materi partikulat diesel yang ada dalam polusi menurunkan tingkat  protein pertumbuhan rambut. Protein tersebut disebut beta-catenin.

“Hanya ada sedikit atau tidak ada penelitian tentang efek materi partikulat terkait dengan efeknya pada ada kulit dan rambut manusia," kata Kwon.

Ilustrasi kebotakan pada lelaki. (shutterstock)
Ilustrasi kebotakan pada lelaki. (shutterstock)

"Penelitian menunjukkan bagaimana polutan udara menyebabkan kerontokan rambut," imbuhnya. 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 4,2 juta orang meninggal setiap tahun akibat polusi udara luar ruangan.

WHO juga memperkirakan bahwa lebih dari 90 persen populasi dunia tinggal di daerah yang sangat tercemar polusi.

Baca Juga: Studi di AS Coba Buktikan Mi Instan Tidak Mengandung Lilin Penyebab Kanker

Komentar