Kontaminasi Logam Berat di Lingkungan Bikin Bakteri Resisten Antibiotik!

Rauhanda Riyantama, Rosiana Chozanah

Kamis, 20 Agustus 2020 | 18:00 WIB
Kontaminasi Logam Berat di Lingkungan Bikin Bakteri Resisten Antibiotik!
Ilustrasi bakteri dilihat dari mikroskop. (ua.depositphotos.com)

Suara.com - Resistensi antibiotik dapat terjadi ketika kita terlalu banyak menggunakan antibiotik. Selain ini, polusi juga dapat menjadi salah satu faktor penyebabnya.

Sebuah studi oleh University of Georgia membuktikan hal ini. Mereka menggunakan proses yang dikenal sebagai analisis genom.

Penemuan mereka adalah adanya kolerasi kuat antara resistensi antibiotik dan kontaminasi logam berat di lingkungan.

Menurut penelitian yang terbit dalam jurnal Microbial Biotechnology edisi Juli, tanah dengan logam berat memiliki tingkat inang bakteri spesifik lebih tinggi yang disertai dengan gen kebal antibiotik. Bakteri tersebut termasuk Acidobacteriaoceae, Bradyrhizobium dan Streptomyces.

Dilansir The Health Site, bakteri tersebut memiliki gen yang kebal antibiotik, dikenal sebagai ARG, untuk tiga jenis antibiotik, yaitu vankomisin, bacitracin, dan polimiksin. Ketiga obat tersebut digunakan untuk mengobati infeksi pada manusia.

Ilustrasi (Foto: shutterstock)
Ilustrasi antibiotik (Foto: shutterstock)

Bakteri tersebut juga multidrug-resistant (MDR), gen pertahanan yang kuat yang dapat melawan logam berat serta antibiotik.

Multidrug-resistant (MDR) merupakan stau keadaan ketika bakteri resisten terhadap minimal satu jenis antibiotik dari banyak antibiotik.

Ketika ARG ini ada di tanah, gen tahan logam, atau MRG, hadir untuk beberapa logam termasuk arsenik, tembaga, kadmium dan seng.

Mikroorganisme akan mengembangkan strategi dan tindakan penanggulangan baru dari waktu ke waktu untuk melindungi diri mereka sendiri, atau yang lebih sering disebut dengan bermutasi.

baca juga

Penggunaan antibiotik berlebihan di lingkungan menambah tekanan seleksi pada mikroorganisme sehingga dapat mempercepat kemampuannya untuk melawan berbagai kelas antibiotik.

Tetapi antibiotik bukan satu-satunya sumber tekanan seleksi, menurut laporan The Health Site.

Para peneliti mengatakan banyak bakteri memiliki gen yang secara bersamaan bekerja pada banyak senyawa yang akan menjadi racun bagi sel, dan ini termasuk logam.

Namun, para peneliti setuju bahwa lebih banyak penelitian perlu dilakukan untuk menentukan apakah gen resisten logam merespons dengan cara yang sama terhadap bakteri seperti gen resisten antibiotik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Betulkah Bakteri Penyebab Gonore Tak Tahan Suhu Panas?

Betulkah Bakteri Penyebab Gonore Tak Tahan Suhu Panas?

Health | Rabu, 05 Agustus 2020 | 20:33 WIB

Mikroba pada Penis Bisa Jadi Penyebab Ketidakseimbangan Bakteri di Vagina

Mikroba pada Penis Bisa Jadi Penyebab Ketidakseimbangan Bakteri di Vagina

Health | Rabu, 05 Agustus 2020 | 21:00 WIB

Ditulis 1.000 Tahun Lalu, Resep Obat Kuno Ini Terbukti Ampuh Bunuh Bakteri

Ditulis 1.000 Tahun Lalu, Resep Obat Kuno Ini Terbukti Ampuh Bunuh Bakteri

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2020 | 15:46 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×