Studi: Polusi Udara Bisa Sebabkan Kerontokan Rambut

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 01 September 2020 | 18:44 WIB
Studi: Polusi Udara Bisa Sebabkan Kerontokan Rambut
Ilustrasi rambut rontok. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Penyabab kerontokan rambut memang belum diidentifikasikan secara pasti. Namun sebuah penelitian baru menunjukan bahwa kerontokkan rambut bisa dipicu oleh polusi udara. 

Melansir dari Medical News Today, sebuah penelitian soal kerontokan rambut dan polusi disusun oleh Hyuk Chul Kwon dari Future Science Research Center yang dipresentasikan oleh tim di Kongres Akademi Dermatologi dan Venereologi (EADV) Eropa ke-28.

Menurut penilitian tersebut, polusi udara bisa mengurangi protein pertumbuhan rambut. Partikulat atau partukel polusi tertentu memiliki efek tersendiri pada rambutkhususnya pada sel di dasar folikel rambut. Sel-sel ini disebut sel papilla dermal folikel manusia (HFDPCs).

Partikulat sendiri merupakan campuran partikel padat dan tetesan cairan kecil yang terbuat dari berbagai bahan kimia berbeda. Beberapa partikel ini menimbulkan risiko serius bagi kesehatan.

Dalam penelitian ini, Kwon dan rekannya memaparkan HFDPC ke partikel debu dan solar mirip PM10.  Analisis mengungkapkan bahwa paparan PM10 dan materi partikulat diesel yang ada dalam polusi menurunkan tingkat  protein pertumbuhan rambut. Protein tersebut disebut beta-catenin.

“Hanya ada sedikit atau tidak ada penelitian tentang efek materi partikulat terkait dengan efeknya pada ada kulit dan rambut manusia," kata Kwon.

Ilustrasi kebotakan pada lelaki. (shutterstock)
Ilustrasi kebotakan pada lelaki. (shutterstock)

"Penelitian menunjukkan bagaimana polutan udara menyebabkan kerontokan rambut," imbuhnya. 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 4,2 juta orang meninggal setiap tahun akibat polusi udara luar ruangan.

WHO juga memperkirakan bahwa lebih dari 90 persen populasi dunia tinggal di daerah yang sangat tercemar polusi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya! Paparan Polusi Udara Dapat Memicu Asma pada Anak-Anak

Bahaya! Paparan Polusi Udara Dapat Memicu Asma pada Anak-Anak

Health | Selasa, 01 September 2020 | 10:00 WIB

Sering Menggosok Kepala Saat Keramas Bisa Sebabkan Kerontokan Rambut Lho!

Sering Menggosok Kepala Saat Keramas Bisa Sebabkan Kerontokan Rambut Lho!

Health | Minggu, 30 Agustus 2020 | 16:32 WIB

Kontaminasi Logam Berat di Lingkungan Bikin Bakteri Resisten Antibiotik!

Kontaminasi Logam Berat di Lingkungan Bikin Bakteri Resisten Antibiotik!

Health | Kamis, 20 Agustus 2020 | 18:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB