Jika Vaksin Covid-19 Ditemukan, Masih Perlukah Terapkan Protokol Kesehatan?

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 03 September 2020 | 17:05 WIB
Jika Vaksin Covid-19 Ditemukan, Masih Perlukah Terapkan Protokol Kesehatan?
Ilustrasi seorang perempuan berkacamata mengenakan masker. [Shutterstock]

Suara.com - Penelitian vaksin Covid-19 yang dilakukan diberbagai negara terus mengalami kemajuan. Indonesia sendiri ada lima lembaga yang melakukan penelitian, salah satunya LBM Eijkman yang tengah membuat vaksin merah putih untuk Covid-19.

Vaksin tersebut dijadwalkan bisa dipasarkan paling cepat pertengahan 2021 mendatang. Lantas dengan ditemukannya vaksin Covid-19, apakah wabah bisa berakhir dan manusia kembali hidup normal sebelum ada virus corona?

Kepala LBM Eijkman prof. Amin Soebandrio mengatakan, butuh waktu sangat lama untuk benar-benar menghilangkan virus corona dari bumi. 

"Butuh waktu. Kita punya pengalaman dengan virus cacar, dari pertama kali vaksin ditemukan sampai tubuh manusia kebal butuh 200 tahun. Tapi dengan teknologi saat ini, kita tentu tidak butuh waktu sampai 200 tahun seperti dulu," kata Amin dalam webinar, Kamis (3/8/2020).

Vaksin Covid-19 yang dikembangkan laboratorium Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gameleya, Moskow, Rusia, 6 Agustus 2020. [Handout / Russian Direct Investment Fund / AFP]
Vaksin Covid-19 yang dikembangkan laboratorium Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gameleya, Moskow, Rusia, 6 Agustus 2020. [Handout / Russian Direct Investment Fund / AFP]

Menurutnya, meski tahun depan kemungkinan vaksin Covid-19 telah didistribusikan, protokol kesehatan tetap harus diterapkan. Hanya saja yang berbeda pasca vaksin ditemukan, tubuh manusia bisa lebih kebal terhadap virus corona. Sehingga penularannya tidak berakibat fatal dan lambat laun virus tersebut bisa hilang.

"Diharapkan apabila semakin banyak manusia yang kebal maka virus akan berkurang," ucapnya. 

Vaksin merah putih untuk Covid-19 yang dibuat LBM Eijkman hingga saat ini baru rampung separuhnya. Amin mengatakan, penelitian itu sudah sampai pada tahap pembuatan subunit protein sebagai platform yang terpilih. 

"Saat ini perkembangannya vaksin merah putih kalau dilihat persentasenya mungkin sekitar 50 persen. Saat ini kami tinggal menunggu protein yang akan diekskresikan oleh sel mamalia. Paralel kami juga akan menggunakan sel mamalia mana yang lebih efektif," jelas prof Amin.

Setelah proses ekskresi selesai, penelitian akan berlanjut pada uji coba pada hewan. Amin berharap uji klinis itu bisa dimulai dalam waktu dua atau tiga bulan ke depan. 

Diakuinya, Lembaga Eijkman diharapkan bisa melakukan proses penelitian dengan cepat. Dijadwalkan bisa selesai dalam waktu 12 bulan atau sekitar Febuari hingga Maret 2021 vaksin bisa diberikan ke industri. 

"Kami berupaya bisa cepat. Artinya apabila ada prosedur apa pun yang bisa diperpendek akan kami lakukan termasuk penggunaan berbagai peralatan lab yang memungkinkan kita bekerja bisa lebih cepat," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lady Gaga Pakai Masker Buatan Indonesia, Rolls-Royce Phantom Koleksinya

Lady Gaga Pakai Masker Buatan Indonesia, Rolls-Royce Phantom Koleksinya

Jawa Tengah | Kamis, 03 September 2020 | 14:00 WIB

Berapa Harga Vaksin Covid-19 Merah Putih Khusus Orang Kaya? Ini Kata Erick

Berapa Harga Vaksin Covid-19 Merah Putih Khusus Orang Kaya? Ini Kata Erick

Bisnis | Kamis, 03 September 2020 | 13:10 WIB

Ekstrem! Warga Jakarta Tak Pakai Masker Dimasukan ke Peti Jenazah

Ekstrem! Warga Jakarta Tak Pakai Masker Dimasukan ke Peti Jenazah

Jakarta | Kamis, 03 September 2020 | 13:01 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB